kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.589   -134,00   -0,81%
  • IDX 6.300   -185,30   -2,86%
  • KOMPAS100 913   -34,31   -3,62%
  • LQ45 705   -26,86   -3,67%
  • ISSI 198   -5,78   -2,83%
  • IDX30 365   -13,57   -3,59%
  • IDXHIDIV20 444   -16,19   -3,52%
  • IDX80 103   -3,94   -3,68%
  • IDXV30 108   -4,34   -3,85%
  • IDXQ30 120   -4,21   -3,39%

LinkAja Optimistis Kinerja E-Wallet Terus Tumbuh di 2025, Ini Alasannya


Jumat, 28 Februari 2025 / 06:42 WIB
LinkAja Optimistis Kinerja E-Wallet Terus Tumbuh di 2025, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Konsumen melakukan transaksi melalui aplikasi LinkAja di kedai kopi di Jakarta, Kamis (10/11/2022). Dompet digitlal LinkAja menyatakan per Oktober 2022, LinkAja telah mencatatkan lebih dari 87 juta pengguna yang terdaftar di platform LinkAja./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/11/2022.


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), penyedia layanan pembayaran berbasis server, optimistis kinerja dompet digital atau e-wallet akan terus bertumbuh sepanjang tahun ini.

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja positif LinkAja yang mengalami perbaikan sepanjang 2024.

“Tentu kami optimistis kinerja di tahun 2025 akan terus tumbuh dan lebih baik dibandingkan dengan 2024,” ujar Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, kepada Kontan.co.id, Kamis (27/2).

Baca Juga: Prospek E-Wallet 2025: Maxim Wallet KasPro dan GoPay Optimistis Tumbuh Positif

Menurut Yogi, hingga akhir 2024, LinkAja mencatatkan pertumbuhan yang solid, dengan total transaksi QRIS mencapai 20 juta transaksi dalam setahun dan rata-rata transaksi bulanan mencapai 2 juta transaksi.

Selain itu, LinkAja juga berhasil mempertahankan pertumbuhan transaksi QRIS sebesar hampir 50% sepanjang 2024.

Sektor QRIS yang paling dominan berasal dari berbagai industri, termasuk ritel fisik seperti minimarket dan supermarket, belanja online di e-commerce, bahan bakar dan gas, serta transaksi non-profit seperti donasi keagamaan.

“Hal ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah pengguna serta merchant yang terdaftar secara resmi di platform LinkAja,” tambahnya.

Strategi Pertumbuhan di 2025

Untuk mendorong pertumbuhan transaksi QRIS pada 2025, LinkAja akan berfokus pada model bisnis dua sisi B2B2C.

“Di sisi B2B, kami fokus pada end-to-end value chain baik di sektor tradisional maupun digital, sementara di sisi B2C, kami mengutamakan strategi akuisisi pengguna dengan biaya rendah serta retensi pelanggan,” jelas Yogi.

Baca Juga: LinkAja Catat 20 Juta Transaksi QRIS di 2024, Fokus Kembangkan Merchant dan Pengguna

Tak hanya itu, LinkAja juga akan memperkuat perannya sebagai satu-satunya startup digital di Indonesia yang berfokus pada aktivasi rantai nilai model bisnis BUMN B2B2C.

LinkAja akan memanfaatkan seluruh layanan keuangan serta ekosistem digital BUMN untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya.

Ekosistem BUMN tetap menjadi keunggulan kompetitif utama LinkAja dalam menyediakan solusi keuangan digital yang terintegrasi dengan berbagai lini bisnis BUMN.

LinkAja juga akan melanjutkan inisiatif layanan penyaluran insentif (disbursement) dan platform penukaran poin loyalitas di lingkungan perusahaan BUMN.

Dengan pendekatan ini, LinkAja dapat memperoleh basis pengguna yang besar secara organik tanpa biaya akuisisi dan retensi yang tinggi.

“Kami yakin, dengan mengoptimalkan strategi ini, LinkAja dapat terus berkembang dengan lebih sehat dan berkelanjutan, dengan keseimbangan yang lebih baik antara jumlah pengguna aktif dan nilai transaksi yang dilakukan,” ujar Yogi.

Baca Juga: LinkAja Targetkan Peningkatan Transaksi QRIS dan Pengguna Sebesar 10% pada 2025

Ekspansi dan Kemitraan Merchant

Pada 2025, LinkAja juga akan memperkuat kerja sama dengan merchant untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran transportasi umum, belanja online, investasi, hingga layanan B2B yang menjangkau pelosok negeri.

Saat ini, LinkAja telah memiliki lebih dari 3 juta merchant terdaftar, yang berkontribusi hampir 30% terhadap pertumbuhan transaksi LinkAja secara keseluruhan.

Selanjutnya: Minat Investor Asing Rendah pada Saham Indonesia yang Masuk MSCI Global Index

Menarik Dibaca: Promo JSM Superindo 28 Februari-2 Maret 2025, Kurma Tunisia-Khalas Harga Munggahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×