kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

LPS dan OJK optimistis kenaikan bunga acuan tak pengaruhi NPL


Selasa, 21 Agustus 2018 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Lembaga Penjamin Simpanan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis kenaikan bunga acuan tak akan terlalu mempengaruhi rasio kredit bermasalah.

Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan LPS mengatakan, risiko kredit diperkirakan tak banyak berubah dengan kenaikan bunga acuan. "Karena bank rata rata sudah selesai dalam melakukan pembersihan NPL dalam dua tahun terakhir," kata Halim kepada kontan.co.id, Selasa (21/8).

Menurut LPS tren NPL masih membaik. Apalagi ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan diproyeksi akan tumbuh sedikit lebih tinggi dari tahun lalu.

Slamet Edi Purnomo, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK bilang kenaikan bunga acuan kecil efeknya ke kenaikan bunga kredit. "Nampaknya bank lebih bisa menjaha sustainable bisnis debitur," kata Slamet kepada kontan.co.id, Selasa (21/8).

Dengan kenaikan bunga acuan, OJK memproyeksi bank akan sedikit mengurangi target NIMnya. Sebagai gambaran saja, OJK mencatat rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bank turun dari 2,96% di Juni 2017 menjadi 2,67% di Juni 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×