kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mandiri Capital Indonesia Fokus Jalankan Bisnis Berbasis Equity


Kamis, 25 Januari 2024 / 10:50 WIB
Mandiri Capital Indonesia Fokus Jalankan Bisnis Berbasis Equity
ILUSTRASI. PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) bakal melanjutkan fokus bisnis investasi pada penyertaan saham perusahaan rintisan (startup).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) bakal melanjutkan fokus bisnis investasi pada penyertaan saham perusahaan rintisan (startup). Terlebih dengan hadirnya ketentuan terbaru dari regulator yang membuat MCI bisa lebih fokus menjalankan bisnis.

Hadirnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 25 Tahun 2023 yang memuat dua kategorisasi perusahaan modal ventura (PMV) di antaranya Venture Capital Corporation (VCC) dan Venture Debt Corporation (VDC), perusahaan diminta self declare untuk memilih kategori tersebut.

Chief Executive Officer MCI Ronald Simorangkir mengatakan, MCI masuk jajaran perusahaan modal ventura kategori VCC. Menurutnya, hadirnya POJK ini memberi kejelasan fokus bisinis yang dijalankan perusahaan.

 “Dengan POJK yang baru justru ini lebih jelas bagi kita, kita kategori PMV yang mana. Kami jelas sekarang yang berbasiskan equity,” ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (24/1).

Ronald mengungkapkan, fokus dan model bisnis MCI masih tetap berlanjut seperti yang sudah dilakukan selama ini. Mandiri Capital merupakan PMV berbasis equity atau kepemilikan saham.

“Tapi ke depannya memang amanah dari Mandiri Grup kita fokus pada pemilikan saham di perusahaan rintisan (startup), Sehingga model bisnis MCI adalah VCC dan fokus investasinya kepada kepemilikan saham atau surat utang yang comfortible.” ungkapnya.

Baca Juga: Sejumlah Pemain Modal Ventura Sebut Lebih Fokus Jalankan Bisnis dengan Kategorisasi

Ronald menyebutkan, MCI telah memenuhi syarat ekuitas minimum untuk kategori VDC yang sebesar Rp 50 miliar. Meski demikian, ia tak menyebutkan berapa besaran ekuitasnya saat ini.

“Untuk melihat size-nya seberapa, saat ini aset yang kami kelola atau AUM (Asset Under Management) sekarang dikisaran Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun,” katanya.

Berdasarkan roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Modal Ventura periode 2024-2028, tercatat ada 10 besar PMV dengan penyaluran pendanaan terbesar periode November 2023.

MCI menempati urutan kedua total penyaluran pendanaan terbesar, dengan nilai sebesar Rp 2,85 triliun per periode November 2023.

Ronald menuturkan, angka penyaluran pendanaan MCI yang tertera pada roadmap modal ventura yakni sebesar Rp 2,85 triliun sudah mencerminkan capaian tahun 2023.

“Angka November biasanya sudah mencerminkan angka 1 tahun, karena kegiatan investasi bulan Desember mungkin lebih rendah daripada bulan sebelumnya. Desember saya belum dapat angka pastinya,” terangnya.

Lebih lanjut, Ronald menambahkan, pihaknya tengah tahap finalisasi untuk target penyaluran di tahun 2024. Dia hanya bilang, di tahun ini penyaluran akan lebih bergairah dari tahun 2023.

“Saya kira 2024 akan lebih bergairah dibanding 2023, harapannya pemilu momentumnya baik dan kondusif sehingga kalau dilihat dari angka-angka makro mendukung untuk investasinya lebih bergairah di startup,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×