kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mandiri Inhealth sudah bayar klaim Rp 570 miliar


Selasa, 25 Juli 2017 / 15:15 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau biasa disebut Mandiri Inhealth menyebut skema dari produk asuransi kesehatan managed care punya sejumlah kelebihan. Termasuk dalam persoalan klaim yang harus dibayar.

Menurut Iwan Pasila, Direktur Utama Mandiri Inhealth bilang dengan skema managed care maka perusahaannya bisa lebih mengendalikan berbagai komponen klaim yang sebenarnya tidak perlu. Semisal jenis obat yang diberikan kepada nasabah.

Ia menyebut selama ini masih terjadi over utilisasi dari layanan kesehatan, terutama di jenis produk indemnity. "Selain pasien sesungguhnya tak terlalu butuh, biaya kesehatan pun akhirnya akan naik," kata Iwan, Selasa (25/7).

Alhasil Iwan mengklaim sejauh ini perusahaannya bisa lebih mengendalikan berbagai biaya yang tak perlu, termasuk untuk pembayaran klaim.

Hingga paruh pertama tahun ini sendiri, Mandiri Inhealth membayar klaim sebesar Rp 570 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 25% dibanding periode yang sama di tahun 2016 lalu.

Di saat yang sama, perseroan mencatatkan pertumbuhan premi setinggi 34% secara year on year menjadi Rp 1,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×