kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Manufaktur, infrastruktur pendorong kredit 2017


Kamis, 08 Desember 2016 / 12:17 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksi sektor korporasi bisa mendorong pertumbuhan kredit perbankan secara industri pada tahun depan. Dua industri yang bisa diproyeksi bisa menjadi pemacu adalah manufaktur (pangan dan perakitan) dan infrastruktur.

Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, Dody Arifianto mengatakan sektor korporasi merupakan salah satu sektor yang diproyeksi tumbuh cukup baik tahun depan.

"Hal ini karena dampak dari 14 kebijakan pemerintah yang sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu," ujar Dody, kepada KONTAN, Kamis (8/12).

Dengan kondisi makro yang membaik dan iklim berbisnis yang lebih baik dari tahun ini, diproyeksi mendorong beberapa korporasi besar untuk menambah belanja modal.

Namun yang perlu diperhatikan pada tahun depan adalah proyeksi gejolak kondisi ekonomi global akibat permilihan presiden Amerika Serikat. Doddy memproyeksi sektor korporasi tahun depan bisa tumbuh antara 12% sampai 14%.

Berdasarkan catatan Kontan, pada kuartal III-2016 ini beberapa bank besar utamanya bank BUKU IV atau yang memiliki modal inti diatas Rp 30 triliun mencatatkan pertumbuhan kredit korporasi mencapai double digit. Pertama adalah BRI yang tumbuh 20,47% year on year, BNI 19,47%, dan Mandiri 14,32%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×