kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Masih penuh tantangan wujudkan visi sistem pembayaran Indonesia


Senin, 02 Desember 2019 / 20:54 WIB
Masih penuh tantangan wujudkan visi sistem pembayaran Indonesia
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan Mesin Tunjangan Mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (31/12). Lima inisiatif bakal dilakukan Bank Indonesia (BI) guna mewujudkan visi sistem pembayaran Indonesia 2025.

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lima inisiatif bakal dilakukan Bank Indonesia (BI) guna mewujudkan visi sistem pembayaran Indonesia 2025. Dua inisiatif diantaranya adalah soal open banking, dan pembayaran ritel berupaya untuk diwujudkan interkoneksi dan interoperabilitas antar pelaku industri keuangan.

Pertama, BI bakal turut mendorong terciptanya ekosistem open banking dengan mengoneksikan perbankan sebagai lembaga keuangan utama dengan pelaku industri keuangan lainnya.

Open banking salah satunya bakal terwujud via standardisasi application program interface (API) mulai dari segi data, teknis, keamanan, hingga aspek kontraktualnya. API dari perbankan dapat dimanfaatkan pelaku industri keuangan lainnya untuk mengintegrasikan layanannya dengan layanan perbankan kepada nasabah secara langsung.

Baca Juga: Perbankan akan genjot dana murah pada tahun 2020

Sejumlah bank besar juga saat ini mengaku tengah mengembangkan open API dengan serius. Maklum, bagi bank, open API juga bisa memberikan manfaat berupa peningkatan transaksi yang pada akhirnya bisa menguatkan dana murah alias current account and saving account (CASA).

Direktur Operasi Informasi dan Teknologi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Dadang Setiabudi menjelaskan saat in setidaknya sudah ada 130 pihak yang telah memanfaatkan API bank berlogo 46 ini.

“Kurang lebih sudah ada 130 pihak yang memanfaatkan API kami mulai dari platform e-commerce, fintech, perusahaan rintisan dan lainnnya,” katanya kepada Kontan.co.id,  Senin (2/12).




TERBARU

×