Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Maybank Indonesia Tbk berupaya menjaga laju pertumbuhan kinerjanya di awal semester II tahun ini.
Hingga Juli 2026, emiten bank berkode saham BNII ini mengantongi laba bersih secara bank only sebanyak Rp 401,59 miliar. Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, capaian ini mencerminkan koreksi 24,02% dari posisi Rp 528,53 miliar.
Jika melihat laporan keuangan bulanan di situs resminya, sejatinya pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) bank dalam periode ini masih berhasil terjaga dengan catatan pertumbuhan 0,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 2,97 triliun.
Baca Juga: Laju Laba Perbankan Melambat, Kesehatan Kinerja Jadi Prioritas
Pasalnya, meski pendapatan bunga bank turun 3,44% yoy menjadi Rp 5,88 triliun, beban bunganya juga berhasil turun 7,03% yoy menjadi Rp 2,9 triliun.
Dari sisi operasional lainnya, beban impairment bank selama juga tujuh bulan pertama ini juga turun 25,5% yoy menjadi Rp 249,87 miliar. Pun, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi Maybank Indonesia berhasil tumbuh 20,52% yoy menjadi Rp 636,03 miliar.
Hanya saja, dalam periode ini bank mencatatkan kerugian dari penurunan nilai wajar aset keuangan sebesar Rp 51,23 miliar, berbanding terbalik dari posisi untung Rp 262,34 miliar pada tahun sebelumnya.
Pun, ada kerugian dari penjualan aset keuangan sebesar Rp 11,99 miliar, sementara pada tahun lalu masih tercatat untung Rp 131,45 miliar. Dus, laba operasional bank tergerus 21,47% yoy menjadi Rp 460,16 miliar.
Dari sisi intermediasi, total pembiayaan yang disalurkan Maybank Indonesia dalam periode ini mencapai Rp 112,07 triliun, tumbuh 4,87% yoy.
Rinciannya, kredit bank berhasil tumbuh 1,29% yoy menjadi Rp 79,15 triliun dan pembiayaan syariah unit usaha syariahnya naik 14,6% yoy menjadi Rp 32,91 triliun.
Dus, total aset bank dalam periode ini mencapai Rp 195,48 triliun atau tumbuh 11,48% yoy.
Adapun total dana pihak ketiga (DPK) Maybank Indonesia tumbuh 8,26% yoy menjadi Rp 129,73 triliun, dengan dana murah menopang pertumbuhan.
Yang mana, giro naik 26,42% yoy menjadi Rp 56,75 triliun dan tabungan tumbuh 7,31% yoy menjadi Rp 24,77 triliun, sementara deposito yang tergolong dana mahal justru berkurang nilainya sebesar 7,04% yoy menjadi Rp 48,2 triliun.
Dengan begitu, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) bank ada di posisi 86,39%, relatif lebih longgar ketimbang posisi 89,18% pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Dana Darurat, Gadai Kini Sasar Kalangan Beraset Jumbo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














