kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Melihat Potensi Bullion Bank di Indonesia, Langkah Menuju Ekosistem Emas Terintegrasi


Rabu, 26 Februari 2025 / 07:31 WIB
Melihat Potensi Bullion Bank di Indonesia, Langkah Menuju Ekosistem Emas Terintegrasi
ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan emas yang ditawarkan di The Gade Coffee & Gold by Pegadaian di Jakarta (17/1/2025). Konsep bullion bank atau bank emas semakin menarik perhatian sebagai bagian dari sistem keuangan berbasis aset nyata.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsep bullion bank atau bank emas semakin menarik perhatian sebagai bagian dari sistem keuangan berbasis aset nyata. 

Dengan potensi besar dalam mendorong inklusi investasi emas serta mendukung ekosistem industri emas nasional, bullion bank diharapkan menjadi game changer bagi sektor keuangan di Indonesia.

Pada 12 Februari 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi memberikan izin penyelenggaraan kegiatan usaha bullion kepada PT Bank Syariah Indonesia (BSI), setelah sebelumnya PT Pegadaian (Persero) memperoleh izin serupa. Langkah ini menandai awal era baru dalam pengelolaan emas di Tanah Air.

Baca Juga: Menko Ekonomi: Bullion Bank Jadi Alternatif bagi Eksportir Emas

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia. Namun, hingga kini, optimalisasi sumber daya emas nasional masih belum maksimal. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menekankan bahwa pembentukan bullion bank di Indonesia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konsumsi emas ritel, memperkuat ekosistem industri emas, serta menciptakan nilai tambah yang diperkirakan mencapai Rp 30 triliun hingga Rp 50 triliun.

“Keberadaan bullion bank memungkinkan industri emas lebih terorganisir, meningkatkan likuiditas pasar, serta mendorong inovasi produk berbasis emas seperti tabungan emas dan kredit berbasis emas,” ujar Dian belum lama ini.

Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo menilai bahwa bullion bank dapat mengurangi ketergantungan pada impor emas dan menjadikan Indonesia lebih kompetitif di pasar emas global. 

Baca Juga: Kehadiran Bullion Bank Bakal Mudahkan Investor Simpan Emas di dalam Negeri

Dengan infrastruktur keuangan yang lebih kuat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat perdagangan emas regional, setara dengan Dubai dan Singapura.

Menurutnya, bullion bank juga akan meningkatkan kemudahan transaksi emas, memungkinkan jual beli emas dalam bentuk rekening digital, serta mempercepat integrasi perdagangan emas dengan sistem keuangan nasional. 

“Investor juga akan mendapatkan akses lebih mudah ke produk investasi emas, penyimpanan yang lebih aman, serta likuiditas yang lebih tinggi dalam transaksi jual beli,” tambahnya.

Analis komoditas keuangan Ibrahim Assuaibi turut menyoroti dampak positif bullion bank terhadap tren investasi emas di masyarakat. Ia menilai bahwa bullion bank akan semakin meningkatkan minat masyarakat dalam menabung atau berinvestasi dalam bentuk emas. 

Baca Juga: Mengenal Bullion Bank atau Bank Emas Indonesia yang Akan Diresmikan Hari Ini

“Dengan meningkatnya kesadaran investasi emas, bullion bank dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menghindari penyusutan nilai uang akibat inflasi atau pajak bunga deposito,” jelas Ibrahim.

BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia optimistis mampu memacu pertumbuhan bisnis logam mulia secara berkelanjutan. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyebut bahwa kehadiran bullion bank akan meningkatkan inklusi masyarakat untuk berinvestasi emas sesuai prinsip maqashid syariah.

Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho, menambahkan bahwa bisnis emas menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan BSI. Ia bahkan menyebut bisnis ini sebagai “new game changer.”

Sementara itu, PT Pegadaian juga telah menyiapkan infrastruktur guna mendukung bisnis bullion ini. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian, Elvi Rofiqotul Hidaya, menyatakan bahwa pihaknya akan menjalankan berbagai layanan bullion, termasuk deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, jasa titipan emas korporasi, serta perdagangan emas.

Baca Juga: Bullion Bank Segera Meluncur, Ekosistem Bisnis Emas Diprediksi akan Semakin Berkilau

Untuk mendukung layanan tersebut, Pegadaian berencana membangun vault atau tempat penyimpanan emas dengan kapasitas 100 ton yang berstandar internasional. Langkah ini bertujuan untuk memberikan keamanan lebih bagi masyarakat dan korporasi dalam menyimpan emas mereka.

Sepanjang 2024, bisnis emas di BSI menunjukkan kinerja yang sangat positif. Produk cicil emas menjadi primadona dengan lonjakan pembiayaan sebesar 177,42% secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp 6,4 triliun. 

Selain itu, bisnis gadai emas BSI juga mengalami pertumbuhan sebesar 31,3% secara tahunan dengan total pembiayaan yang sama.

Di sisi lain, Pegadaian masih menjadikan bisnis gadai emas sebagai core business dengan kontribusi sebesar 90% dari total portofolio perusahaan. Hingga November 2024, transaksi bisnis gadai emas Pegadaian menghasilkan omzet sebesar Rp 230 triliun, dengan barang jaminan emas mencapai 92 ton serta saldo tabungan emas sebesar 10,3 ton.

Baca Juga: Pengamat: Bullion Bank di Indonesia akan Melengkapi Ekosistem Hilirasi Emas

Dengan dukungan regulasi yang semakin kuat serta permintaan emas yang terus meningkat, bullion bank di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Selain memperkuat industri emas nasional, bullion bank juga dapat menjadi solusi investasi yang lebih aman dan likuid bagi masyarakat.

Ke depan, diharapkan lebih banyak lembaga keuangan yang terlibat dalam bisnis bullion, sehingga ekosistem emas di Indonesia semakin matang dan terintegrasi. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam perdagangan emas di kawasan Asia dan global.

Selanjutnya: Mengenal Bullion Bank atau Bank Emas Indonesia yang Akan Diresmikan Hari Ini

Menarik Dibaca: Daftar Drama Korea On Going Hingga Akhir Februari 2025 Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×