kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Meski fintech bertebaran, transaksi kartu kredit perbankan masih menggigit


Selasa, 04 Februari 2020 / 17:22 WIB
Meski fintech bertebaran, transaksi kartu kredit perbankan masih menggigit
ILUSTRASI. Petugas kasir melayani transaksi konsumen mealalui kartu kredit BRI di salah satu ritel di Jakarta, jumat (12/4). BI mencatat tahun lalu nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 342,68 triliun dengan pertumbuhan 9,03% (yoy)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dihadang fintech dan fitur paylater tak bikin pamor kartu kredit redup. Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan transaksi via kartu kredit masih mumpuni.

Dari catatan Bank Indonesia, tahun lalu nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 342,68 triliun dengan pertumbuhan 9,03% (yoy). Meskipun penggunaannya memang tercatat landai sebanyak 349,22 juta kali dengan pertumbuhan 3,21% (yoy).

Baca Juga: Sepanjang 2019, OJK terima pungutan Rp 5,99 triliun dari lembaga keuangan

Sejumlah bank besar pun mengakui transaksi kartu kreditnya masih tumbuh dengan baik. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) misalnya, tahun lalu mencatat pertumbuhan portofolio 13% (yoy) dengan pertumbuhan sales volume 11% (yoy).

“Pertumbuhan utamanya ditopang dari segmen groceries dan transaksi di e-commerce. Adapun tahun ini kami juga membidik pertumbuhan di kisaran 12%-15%,” kata Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan kepada Kontan.co.id, Selasa (4/2).

Lani juga menambahkan, kehadiran fintech maupun fitur paylater sejauh ini memang belum mengganggu bisnis kartu kredit perbankan. Sasaran segmen yang berbeda jadi alasannya.

Baca Juga: Ini empat fokus OJK dalam mereformasi pengawasan industri keuangan non bank

“Sedikit banyak paylater memang akan jadi pesaing kartu kredit, meskipun kelihatannya sampai saat ini belum berpengaruh karena pasar penggunanya berbeda, dimana ticket size paylater lebih kecil biasanya,” jelas Lani.





Close [X]
×