kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Meski Pasar Tertekan, CNAF Nilai Segmen Mobil Baru Berpeluang Tumbuh


Kamis, 08 Januari 2026 / 20:56 WIB
Meski Pasar Tertekan, CNAF Nilai Segmen Mobil Baru Berpeluang Tumbuh
ILUSTRASI. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) masih melihat peluang pertumbuhan pembiayaan mobil baru pada tahun 2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) masih melihat peluang pertumbuhan pembiayaan mobil baru pada 2026, meskipun tekanan pada pasar otomotif nasional diperkirakan masih berlanjut.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, mengatakan, memasuki 2026 perusahaan terus mencermati dinamika pasar otomotif, di tengah belum adanya target penjualan kendaraan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Meski demikian, pihaknya menilai segmen mobil baru masih memiliki peluang untuk tumbuh.

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Bidik Pembiayaan Baru Rp 9,6 Triliun pada 2026

"Sampai saat ini, data resmi dari Gaikindo belum diterbitkan terkait dengan target tahun 2026. Namun, untuk CNAF sendiri, jika dilihat dari pencapaian tahun kemarin, segmen mobil baru cukup positif," kata Ristiawan kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Di tengah prospek yang dinilai masih menantang, CNAF menyiapkan langkah antisipasi melalui diversifikasi portofolio pembiayaan, antara lain dengan memperluas fokus pembiayaan ke segmen non-otomotif, seperti pembiayaan emas, pembiayaan porsi haji, serta pembiayaan di sektor komersial.

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Harap Pembiayaan Modal Kerja Berkontribusi 8,8% di Tahun 2026

"Kami melakukan diversifikasi produk dengan fokus kepada pembiayaan emas, pembiayaan porsi haji, dan pembiayaan di sektor komersial," jelasnya.

Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan baru di tengah daya beli masyarakat yang masih melemah, sekaligus menopang kinerja perusahaan pada 2026. Secara total, CNAF menargetkan penyaluran pembiayaan baru bisa mencapai Rp 9,6 triliun sepanjang 2026.

Selanjutnya: Asing Net Buy Rp 950 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Diborong, Kamis (8/1)

Menarik Dibaca: Hasil Malaysia Open 2026, 5 Wakil Indonesia Menembus Babak Perempat Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×