kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Modal ventura masih melirik investasi di sektor perdagangan dan restoran


Jumat, 04 Oktober 2019 / 15:47 WIB

Modal ventura masih melirik investasi di sektor perdagangan dan restoran
ILUSTRASI. Modal Ventura


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain modal ventura makin gesit berinvestasi di sektor perdagangan, restoran dan hotel. Alhasil, pembiayaan atau penyertaan modal di sektor tersebut meningkat setiap tahun.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai Juli 2019, pembiayaan modal ventura di sektor ini tembus Rp 4,96 triliun, atau meningkat 38,54% secara year on year (yoy). Dari jumlah tersebut, pembiayaan sektor ini mencapai 46,26% dari total pembiayaan. Mengalahkan sektor lain seperti pertanian, perindustrian, pertambangan dan konstruksi.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R. Sirait mengatakan sektor pembiayaan tersebut lebih fit karena sebagian besar menyasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Biasanya, kata dia, sektor ini juga terkait dengan konsumsi masyarakat.

“Peningkatan sektor ini juga karena perkembangan bisnis di pariwisata dan industri makanan yang menunjang sekali segmen ini,” kata Jefri, kepada Kontan.co.id, Jumat (4/10).

Baca Juga: Modal ventura milik Telkom menggelontorkan investasi total US$ 160 juta

Dengan konsumsi masyarakat dan jumlah populasi Indonesia yang terus meningkat, maka diperkirakan akan mengerek pembiayaan di sektor perdagangan, restoran dan hotel. Jika itu terpenuhi, maka akan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat di tanah air.

Alpha JWC Ventures tertarik berinvestasi di sektor ini. Co-Founder & Managing Patner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe mengatakan, pihaknya telah berinvestasi ke beberapa startup Food & Baverage, seperti Kopi Kenangan yang kini telah memiliki 105 kedai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

“Serta Lemonilo.com dengan platform e-commerce dan produk makanan sehat seperti mie goreng dan keripik yang sangat populer dan bahkan sudah diekspor ke Amerika,” ungkap Jefrey.

Investasi terakhir di sektor ini adalah Goola, yang merupakan startup minuman tradisional on-demand yang didirikan oleh putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming. Pihaknya yakin dalam waktu dekat Goola akan menjadi pemimpin pasar di sektor minuman manis.

Menurut Jefrey, sektor ini masih mempunyai peluang pasar yang terbuka lebar di Indonesia, dan bukan hanya di bisnis makanan. Oleh karenanya, perusahaan mendukung kerja sama dengan pendiri startup yang visioner, ambisius dan memiliki potensi perkembangan secara cepat.

Baca Juga: Central Capital Ventura sudah membiayai 15 perusahaan rintisan per Agustus 2019

Secara kompetisi, bisnis dan pemain di sektor ini cukup ketat. Namun Alpha JWC Ventures memilih fokus pada kualitas pendiri dan tim perusahaan tersebut. Salah satu kunci keberhasilan mereka adalah tim yang kuat, berkomitmen dan berpengalaman sehingga bisa menyusun strategi bisnis dan mampu mengatasi masalah.


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×