kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Motor Listrik Dapat Insentif Lagi, Multifinance Siap Serbu Pembiayaan EV


Senin, 04 Mei 2026 / 21:04 WIB
Motor Listrik Dapat Insentif Lagi, Multifinance Siap Serbu Pembiayaan EV
ILUSTRASI. Mobil listrik mengisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah untuk kembali menghadirkan insentif motor listrik (EV) mendapat respons positif dari industri multifinance. Kebijakan ini dinilai tidak hanya berpotensi mendorong penjualan kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang pembiayaan di segmen yang masih berkembang.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, keberadaan insentif memiliki pengaruh besar terhadap permintaan motor listrik.

Menurutnya, jika melihat tren saat pembiayaan saat subsidi diberikan pada tahun 2024, penjualan motor listrik mampu meningkat hingga 50%. Namun setelah insentif dihentikan, penjualan langsung merosot tajam.

Baca Juga: Bank Kalbar Menunjuk Dirut Baru, Membidik Ekspansi Kredit UMKM

“Artinya, masyarakat masih sangat mempertimbangkan faktor insentif dalam keputusan pembelian. Jika insentif diberikan kembali, kemungkinan besar penjualan akan meningkat lagi,” ujarnya kepada Kontan belum lama ini.

Selain itu, kebijakan insentif memberi peluang yang bagus bagi perusahaan pembiayaan untuk masuk lebih dalam ke segmen motor listrik. Dengan volume penjualan yang tumbuh, penetrasi pembiayaan dinilai akan makin terbuka.

Sejalan dengan itu, pelaku industri multifinance juga mulai mencermati rencana kebijakan tersebut.

Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan Finance), Hardjanto Tjitohardjojo, mengatakan pihaknya menyambut positif langkah pemerintah untuk kembali menghadirkan insentif motor listrik.

Ia menilai kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi sekaligus pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

“Kami percaya hal ini akan berdampak positif bagi industri secara keseluruhan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Namun, Hardjanto mengungkapkan hingga saat ini segmen pembiayaan motor listrik belum jadi bagian portofolio pembiayaan perusahaan. Kendati demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan industri, dinamika pasar, dan arah kebijakan pemerintah ke depannya.

Baca Juga: OJK Rilis QR Code STTD, Cegah Pialang Asuransi dan Reasuransi Ilegal

Apabila ekosistem kendaraan listrik terus berkembang, disertai peluang yang selaras dengan model bisnis dan manajemen risiko perusahaan, maka tidak menutup kemungkinan Clipan Finance akan melakukan kajian bisnis dan pertimbangan penetrasi untuk pembiayaan motor listrik.

Pandangan serupa juga disampaikan Direktur Mandiri Utama Finance (MUF), Dapot Parasian S. Sinaga. Ia menilai rencana insentif motor listrik dapat menjadi katalis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Dapot, kebijakan tersebut berpotensi memperluas basis konsumen sekaligus mempercepat transisi ke kendaraan listrik.

Bagi MUF, kondisi ini membuka peluang untuk memperluas portofolio pembiayaan di segmen kendaraan listrik yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan besar.

Terlebih, kinerja pembiayaan segmen EV dan hybrid MUF mencatat kinerja positif dengan peningkatan 14% secara tahunan pada Maret 2026. “Kebijakan ini dapat menjadi hal penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik,” ujarnya.

Meski diliputi dengan rasa optimis dari pelaku industri, Nailul lantas menegaskan bahwa efektivitas kebijakan tidak hanya bergantung pada insentif semata. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik, terutama di kota-kota tier 2 hingga tier 4, juga menjadi faktor penting yang patut diperhatikan agar ekosistem kendaraan EV tumbuh kian luas secara nasional.

Baca Juga: Total Dana SAL Capai Rp 68 Triliun, DPK BNI Terdorong Naik 34,3% di Kuartal I

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×