kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

Hasil Uji Coba New RBC Turunkan Rasio Solvabilitas, Ini Kata Asuransi Asei


Senin, 03 Agustus 2026 / 13:21 WIB
Hasil Uji Coba New RBC Turunkan Rasio Solvabilitas, Ini Kata Asuransi Asei
ILUSTRASI. Hasil uji coba menunjukkan adanya penurunan rasio solvabilitas pada sebagian besar perusahaan asuransi.(KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil uji coba metode pengukuran kesehatan atau solvabilitas keuangan berbasis Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 melalui skema New Risk Based Capital (RBC) terhadap 10 perusahaan perasuransian. Adapun hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan mengalami penurunan rasio solvabilitas ketika menggunakan format sederhana yang mengacu pada kajian dan best practices internasional. 

Berdasarkan hasil uji coba tersebut, OJK telah melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap metodologi, serta format perhitungan yang akan digunakan dalam kerangka New RBC. Penyempurnaan tersebut telah diakomodasi dalam Rancangan Peraturan OJK (POJK) mengenai tingkat solvabilitas yang saat ini telah memasuki tahap permintaan tanggapan dari para pemangku kepentingan.

PT Asuransi Asei Indonesia menilai pada prinsipnya langkah OJK dalam menyempurnakan metodologi RBC akan makin mencerminkan profil risiko perusahaan secara lebih komprehensif dan sejalan dengan praktik internasional. 

Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan, BCA Sebut Simpanan di Bawah Rp 100 Juta Masih Tumbuh

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menerangkan apabila hasil uji coba menunjukkan adanya penurunan rasio solvabilitas pada sebagian besar perusahaan, hal tersebut merupakan masukan yang penting untuk memastikan bahwa kalibrasi faktor risiko, asumsi, maupun metode perhitungannya benar-benar proporsional terhadap karakteristik industri asuransi di Indonesia. Dia menyebut penurunan rasio solvabilitas secara perhitungan dapat berasal dari perubahan metodologi pengukuran risiko. 

"Dengan demikian, apabila ketentuan tersebut nantinya diterapkan, tentu akan mempengaruhi strategi pengelolaan permodalan dan bisnis perusahaan asuransi," katanya kepada Kontan, Senin (3/8/2026).

Dody menambahkan perusahaan kemungkinan perlu melakukan optimalisasi portofolio bisnis, penyesuaian strategi underwriting, pengelolaan reasuransi yang lebih efektif, hingga peningkatan kualitas aset investasi agar penggunaan modal menjadi lebih efisien. Dengan demikian, dia bilang fokus perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga memastikan bahwa setiap pertumbuhan menghasilkan imbal hasil yang sebanding dengan kebutuhan modal.

Baca Juga: Tugu Insurance Catatkan Laba Tumbuh 76,87% pada Semester I-2026

Oleh karena itu, Dody menyampaikan implementasi New RBC tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan masa transisi yang memadai. Dengan demikian, perusahaan memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian model bisnis, sistem, serta perencanaan permodalan tanpa mengganggu ekspansi usaha.

Lebih lanjut, Dody mengatakan perusahaan asuransi, termasuk Asei, akan terus memantau perkembangan penyusunan ketentuan New RBC oleh OJK. Selain itu, mulai melakukan asesmen awal terhadap potensi dampaknya terhadap rasio solvabilitas maupun kebutuhan modal.

Dody menerangkan persiapan yang dilakukan, antara lain melakukan simulasi atau parallel run terhadap perhitungan solvabilitas berdasarkan konsep New RBC, serta mengevaluasi kecukupan modal dan menyusun rencana permodalan jangka menengah apabila diperlukan. Dia bilang perusahaan juga akan meninjau kembali strategi underwriting, reasuransi, dan komposisi investasi agar lebih efisien dari sisi penggunaan modal.

"Ditambah, memperkuat kualitas data, aktuaria, manajemen risiko, dan sistem teknologi informasi. Sebab, New RBC diperkirakan akan lebih mengandalkan data yang granular dan pengukuran risiko yang lebih sensitif," tuturnya.

Dody menyebut apabila New RBC diterapkan secara bertahap dengan parameter yang telah dikalibrasi secara tepat, kebijakan itu akan menjadi momentum positif untuk memperkuat ketahanan industri, meningkatkan disiplin manajemen risiko, serta mendorong perusahaan tumbuh secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Adira Finance Beberkan Tantangan yang Berpotensi Pengaruhi Kinerja pada Akhir 2026

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan hasil uji coba metode New RBC terhadap 10 perusahaan perasuransian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan itu memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dalam mengukur risiko dibandingkan metode yang berlaku saat ini.

Ogi menerangkan OJK juga mendorong seluruh perusahaan asuransi untuk melakukan gap analysis dan financial impact analysis berdasarkan konsep pengaturan dalam Rancangan POJK tersebut. Dia bilang masukan dari industri akan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan regulasi. 

"Dengan demikian, implementasi New RBC dapat memperkuat pengukuran risiko, lebih mencerminkan profil risiko perusahaan (risk sensitive), sekaligus tetap mempertimbangkan kesiapan industri dalam implementasinya," ucap Ogi dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (28/7).

OJK menyampaikan uji coba New RBC ditujukan bagi perusahaan asuransi dan reasuransi dengan ekuitas di atas Rp 5 triliun. Adapun OJK menargetkan penyesuaian ketentuan RBC dapat difinalisasi pada 2026. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap mulai 2027, yang diawali dengan uji coba kepada industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×