kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

MTF tunggu sentimen perbankan


Senin, 23 Januari 2017 / 02:31 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perusahaan pembiayaan mulai menyusun skenario sebagai langkah antisipasi wacana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Federal Reserve) sebanyak tiga kali pada tahun ini. PT Mandiri Tunas Finance menunggu aba-aba dari perbankan.

Ignatius Susatyo Wijoyo, Presiden Direktur PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mengatakan, sebelum The Fed menaikkan suku bunga, akan ada sentimen dari Bank Indonesia. Dan hal ini akan direspons oleh perbankan nasional.

Namun hingga saat ini, sentimen The Fed belum terasa pada semua perbankan. Karena sentimen ini masuk ke perbankan dulu maka Mandiri Tunas Finance menunggu keputusan kenaikan suku bunga perbankan.

"Kalaupun naik, kami tidak serta merta menaikkan. Kami evaluasi pada bulan berikutnya. Total jarak waktu sejak The Fed menaikkan suku bunga hingga MTF ikut menaikkan suku bunga bisa tiga bulan. Baru efeknya terasa ke nasabah," terang Susatyo kepada KONTAN, Jumat (20/1).

Saat ini, bunga kredit yang dikutip MTF adalah bunga flat antara 2,55% sampai 5%. Besaran bunga kredit ini tergantung uang muka atau down payment (DP) dan tenor kredit. Semakin besar DP dan semakin pendek tenornya maka semakin murah bunganya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×