kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Musim Pancaroba Datang, AAUI Wanti-wanti Lonjakan Klaim Asuransi Kesehatan


Minggu, 28 Juni 2026 / 14:34 WIB
Musim Pancaroba Datang, AAUI Wanti-wanti Lonjakan Klaim Asuransi Kesehatan
ILUSTRASI. Suasana kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengingatkan musim pancaroba berpotensi meningkatkan frekuensi klaim asuransi kesehatan seiring meningkatnya risiko berbagai penyakit yang umum muncul saat terjadi perubahan cuaca.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, pada periode pancaroba masyarakat lebih rentan terserang penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), tifoid, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, infeksi kulit, hingga penyakit lain yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian Sebut Minat Investasi Bullion Tetap Tinggi

"Musim pancaroba memang berpotensi meningkatkan klaim kesehatan, terutama dari sisi frekuensi klaim," ujar Budi kepada Kontan,.co.id Sabtu (28/6/2026).

Menurutnya, dampak perubahan musim terhadap industri asuransi umum umumnya terlihat dari meningkatnya jumlah klaim rawat jalan maupun rawat inap.

Meski demikian, kenaikan frekuensi klaim tersebut belum tentu berdampak signifikan terhadap total nilai klaim kesehatan.

Besarnya klaim tetap dipengaruhi oleh tingkat penyebaran penyakit, lokasi kejadian, tingkat keparahan, lama perawatan, hingga biaya layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Meski Harga Emas Tergelincir, Bisnis Bullion BSI Masih Ngacir

Secara indikatif, Budi menyebut penyakit tropis biasanya lebih berpengaruh terhadap kenaikan jumlah klaim dibandingkan besarnya nilai klaim.

"Dalam kondisi normal, kontribusinya dapat berada pada kisaran single digit hingga sekitar 10% dari total klaim kesehatan, tergantung portofolio masing-masing perusahaan," jelasnya.

Namun, pada kondisi tertentu seperti lonjakan kasus demam berdarah, banjir, maupun wabah lokal, kontribusi klaim akibat penyakit tropis dapat meningkat lebih tinggi, terutama pada wilayah atau portofolio perusahaan yang terdampak.

Meski frekuensi klaim penyakit musiman meningkat, Budi menegaskan penyakit kronis dan berbiaya tinggi masih menjadi penyumbang terbesar nilai klaim asuransi kesehatan.

Baca Juga: Budi Gadai Sebut Penurunan Harga Emas Dapat Pengaruhi Layanan Gadai Emas

Penyakit seperti jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes, dan penyakit kritis lainnya tetap menjadi faktor utama yang membebani pembayaran klaim perusahaan asuransi.

Karena itu, menurut AAUI, penyakit tropis perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan jumlah klaim yang diajukan nasabah, meskipun dari sisi nominal, penyakit kritis masih menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai klaim yang harus dibayarkan perusahaan asuransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×