kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Nasabah OCBC NISP wait and see hasil pemilu


Senin, 07 April 2014 / 16:15 WIB
ILUSTRASI. Ketahui 4 Bahan Eksfoliasi Alami untuk Merawat Kulit Wajah di Rumah


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dalam tiga bulan pertama ini, pertumbuhan bisnis perbankan masih melambat. Namun itu tidak membuat Bank OCBC NISP pesimistis dalam menjalankan bisnisnya di sepanjang tahun ini.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP, menilai pertumbuhan bisnis bank baik dari kredit dan penghimpunan dana memang masih melambat di tiga bulan pertama kemarin. "Itu karena sebagian nasabah masih wait and see terhadap hasil pemilihan umum mendatang. Tapi, kami masih optimis menetapkan target bisnis tumbuh 15%-20% tahun ini," terang Parwati, Senin (7/4).

Parwati yakin, pasca pemilihan umum nanti, pasar akan kembali membaik, sehingga tidak perlu menunggu waktu lama untuk kembali meningkatkan pertumbuhan. Di sisi lain, Parwati juga mengatakan, pihaknya memiliki likuiditas yang cukup untuk melanjutkan ekspansi di tahun ini.

Selain dari loan to deposit ratio (LDR) yang berada pada level 92%, dan rasio kecukupan modal (CAR) pada level 19,3%, OCBC NISP juga memiliki dana cadangan (secondary reserve) senilai Rp 17,7 triliun. "Ini sudah memperhitungkan laba kami yang ditahan dari perolehan di tahun lalu," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×