Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mencatatkan kenaikan nilai penjaminan pada Juni 2026 sebesar 30% menjadi Rp 2,1 triliun jika dibandingkan pada Mei 2026.
"Kenaikan kredit perbankan juga mendorong kinerja industri penjaminan sejalan dengan kebutuhan bank untuk melakukan mitigasi risiko," ujar Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).
Selain itu, realisasi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) perseroda tercatat mencapai Rp 63,2 miliar pada Juni 2026. Angka ini telah mencapai 108% dari target di bulan tersebut dan meningkat 25% dibanding realisasi pada Mei 2026.
Baca Juga: Bank Capital Genjot Loyalitas Nasabah, Segmen Kredit Pensiun Tumbuh 322%
Jamkrida Sumbar juga mencatatkan pertumbuhan aset mencapai 1% secara tahunan.
Jamkrida Sumbar telah menyiapkan sejumlah strategi guna menjaga pertumbuhan bisnis dan memperkuat fundamental keuangan hingga akhir tahun.
Di antaranya adalah dengan penguatan kolaborasi ekosistem daerah melalui perluasan pasar penjaminan dan peningkatan produk syariah.
Kemudian melakukan digitalisasi layanan dan proses bisnis, proses analisis atau scoring system, dan integrasi sistem penjaminan dengan mitra bisnis.
Baca Juga: DPLK Avrist Bidik Pertumbuhan Peserta di Tengah Lesunya Dana Pensiun Sukarela
Selain itu, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat permodalan melalui tambahan modal disetor pemegang saham, memperketat kepatuhan dan mitigasi risiko, serta mengoptimalkan proses subrogasi guna mempercepat pemulihan aset setelah pembayaran klaim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














