kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

NPF KUR BSM melejit di Februari


Senin, 14 April 2014 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. 5 Manfaat Jahe untuk Kecantikan, Ini Cara Menggunakan Jahe untuk Kulit dan Rambut.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tingginya rasio pembiayaan bermasalah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bisa merongrong kinerja Bank Syariah Mandiri (BSM). Pada akhir Februari lalu, non performing finance (NPF) BSM meningkat jadi 11%.

Berdasarkan data KUR dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per 28 Februari 2014 lalu, total pembiayaan yang disalurkan BSM mencapai Rp 3,65 triliun. Jumlah itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 28,97% dibanding Februari 2013 sebesar Rp 2,83 triliun.

Sayangnya, peningkatan pembiayaan KUR di BSM tersebut juga diikuti melonjaknya NPF KUR BSM dari semula 5% di Februari 2013 menjadi 11% di Februari 2014. Diantara delapan bank nasional baik itu konvensional maupun syariah, yang ditunjuk menjadi penyalur KUR oleh pemerintah, NPF yang dialami BSM adalah yang tertinggi.

KONTAN berusaha melakukan konfirmasi terhadap Hanawijaya, Direktur Pembiayaan Mikro BSM serta Taufik Machrus, Sekretaris Perusahaan BSM. Sayangnya, telepon maupun pesan pendek yang dikirim KONTAN hari ini, Senin, (14/4), tak mendapat respons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×