kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.555   25,00   0,14%
  • IDX 6.780   -79,21   -1,15%
  • KOMPAS100 903   -12,99   -1,42%
  • LQ45 663   -6,87   -1,03%
  • ISSI 246   -2,25   -0,91%
  • IDX30 374   -2,46   -0,65%
  • IDXHIDIV20 458   -3,81   -0,83%
  • IDX80 103   -1,11   -1,07%
  • IDXV30 130   -1,22   -0,93%
  • IDXQ30 120   -0,71   -0,59%

NPF KUR BSM melejit di Februari


Senin, 14 April 2014 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. 5 Manfaat Jahe untuk Kecantikan, Ini Cara Menggunakan Jahe untuk Kulit dan Rambut.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tingginya rasio pembiayaan bermasalah dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bisa merongrong kinerja Bank Syariah Mandiri (BSM). Pada akhir Februari lalu, non performing finance (NPF) BSM meningkat jadi 11%.

Berdasarkan data KUR dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per 28 Februari 2014 lalu, total pembiayaan yang disalurkan BSM mencapai Rp 3,65 triliun. Jumlah itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 28,97% dibanding Februari 2013 sebesar Rp 2,83 triliun.

Sayangnya, peningkatan pembiayaan KUR di BSM tersebut juga diikuti melonjaknya NPF KUR BSM dari semula 5% di Februari 2013 menjadi 11% di Februari 2014. Diantara delapan bank nasional baik itu konvensional maupun syariah, yang ditunjuk menjadi penyalur KUR oleh pemerintah, NPF yang dialami BSM adalah yang tertinggi.

KONTAN berusaha melakukan konfirmasi terhadap Hanawijaya, Direktur Pembiayaan Mikro BSM serta Taufik Machrus, Sekretaris Perusahaan BSM. Sayangnya, telepon maupun pesan pendek yang dikirim KONTAN hari ini, Senin, (14/4), tak mendapat respons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×