kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

NPL 9%, pencadangan KUR Bank Jatim membengkak


Rabu, 19 Desember 2012 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Khusus Kartu Kredit digibank, Pesan Hotel di Tokopedia Dapatkan Diskon Rp350.000


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur (Bank Jatim), mencatat penurunan kinerja di kuartal ketiga 2012. Laba bank yang bermarkas di Surabaya ini amblas hingga 42% dari Rp 694,92 miliar menjadi Rp 489,17 miliar dalam hitungan year on year (yoy).

"Salah satu faktor penyebabnya adalah fraud kredit usaha rakyat (KUR) yang belum lama ini terbongkar. Hal tersebut lumayan membuat kami shock," keluh Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto kepada KONTAN, Rabu (19/12).

Pada pertengahan Desember, bank yang baru melakukan initial public offering (IPO) tahun ini mencatat, kredit macet atau non performing loan (NPL) KUR mencapai 9%.

"Tahun ini kami sudah menyalurkan Rp 1,8 triliun," ujar Hadi. Dari besaran NPL tersebut, Bank Jatim sudah menyediakan dana pencadangan hingga Rp 170 miliar. Hadi mengakui, pencadangan ini termasuk sangat tinggi dan juga menggerus keuntungan bank.

Belajar dari penurunan tersebut, Bank Jatim akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit sektor cilik. Tahun depan, bank tidak akan seagresif tahun ini dalam menyalurkan KUR. Bisa dipastikan, nilainya akan di bawah Rp 1 triliun atau berkisar Rp 700 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×