Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025. Dalam RUPST, OCBC menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,03 triliun.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja menyebut, laba bersih yang diperoleh OCBC untuk tahun 2025 adalah sebesar Rp 5,06 triliun. Dengan begitu, dividen tunai yang akan dibagikan setara dengan 20,42% dari laba bersih.
"Rapat telah menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 45 per saham atau Rp 1,03 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai. Dividen payout ratio sebesar 20,42% dari laba bersih," kata Parwati dalam paparan RUPST OCBC, Kamis (9/4/2026).
Saham NISP hingga pukul 14.40 WIB berada di Rp 1.405 per saham, turun 6,64% dari hari sebelumnya. Jika menggunakan acuan harga tersebut maka potensi dividen yield NISP sebesar 3,2%.
Baca Juga: Aset Dana Pensiun Tumbuh 12,52%, Capai Rp 1.700,93 Triliun per Februari 2026
Sementara itu, sisa dari laba bersih sebesar Rp 1 miliar akan disisihkan sebagai cadangan umum dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.
Parwati juga menyebut RUPST menyetujui adanya aksi pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 438 ribu lembar saham. Hasil buyback saham ini akan digunakan untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada direksi dan karyawan.
RUPST juga menyetujui pengangkatan Habibullah dan Aini Masruroh sebagai anggota baru Dewan Pengawas Syariah. Selebihnya, dewan direksi dan komisaris tidak mengalami perubahan.
"Tidak ada perubahan di dalam dewan direksi maupun komisaris, tetapi terjadi perubahan di susunan dewan pengawas syariah," kata Parwati.
Parwati menegaskan OCBC di tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global, kata Parwati, OCBC telah berhasil mengelola risiko dengan baik dan berfokus pada pertumbuhan jangka panjang.
"Perusahaan akan mematangkan peluang pertumbuhan sejalan dengan strategi jangka panjang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













