Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) masih mencatatkan pertumbuhan kredit pada Agustus 2026. Penyaluran kredit dan pembiayaan BPR/BPRS juga didukung oleh permodalan yang relatif kuat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kredit dan pembiayaan BPR/BPRS tumbuh 3,37% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 179,48 triliun per Agustus 2026. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,14%.
Baca Juga: Strategi Kelola Kekayaan Jangka Panjang dari Bank DBS Indonesia
"Industri BPR dan BPRS tetap tumbuh positif dengan indikator keuangan yang baik dan terjaga," ujar Dian dalam Seminar Nasional dan Musyawarah (MUNAS) PERBARINDO, di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Dari sisi permodalan, rasio capital adequacy ratio (CAR) agregat BPR tercatat sebesar 28,5%, sedangkan CAR BPRS mencapai 17,31%. "Kinerja ini tentu didukung dengan ketahanan permodalan yang relatif kuat dan menopang risiko. Cukup di atas ketentuan regulator," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














