kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

OJK Catat Kredit Perbankan di Januari 2026 Tumbuh 10%, Tapi NPL Ikut Naik


Selasa, 03 Maret 2026 / 15:40 WIB
OJK Catat Kredit Perbankan di Januari 2026 Tumbuh 10%, Tapi NPL Ikut Naik
ILUSTRASI. Warga memeriksa Sistem Layanan Informasi Keuangan di konter OJK Checking (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan kembali tumbuh positif pada Januari 2026. Kendati begitu, rasio kredit bermasalah terpantau naik tipis dibanding akhir tahun lalu.

Per Januari 2026, OJK mencatat kredit industri perbankan tumbuh 9,96% secara tahunan menjadi Rp 8.557 triliun. Capaian ini lebih baik dari pertumbuhan kredit pada Desember 2025 sebesar 9,63% secara year on year (yoy).

Berdasarkan jenis, kredit investasi masih menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 22,38% yoy, melaju dari pertumbuhan 20,81% yoy pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: ADPI: Dana Pensiun Tetap Hati-hati, Fokus Fixed Income di Tengah Gejolak

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, dari sisi kepemilikannya, kredit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat tumbuh 13,43% yoy.

"Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43% year-on-year," kata Dian dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Selasa (3/3/2026).

Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh 4,13% yoy dan 6,58% yoy. 

Kendati begitu, dari sisi profil risiko, tercatat rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) industri terpantau naik. Yang mana, NPL gross naik menjadi 2,14% dari posisi 2,05% dan NPL net menjadi 0,82% dari 0,79% pada akhir tahun lalu. 

Tapi Dian memastikan likuiditas bank terjaga dengan rasio alat likuid AL/NCD turun menjadi 121,23% dari posisi 126,15% dan AL/DPK menjadi 27,54% dari 28,57% pada akhir tahun lalu.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga Januari 2026 tumbuh 13,48% yoy menjadi Rp 10.076 triliun. Untuk diketahui, tahun ini OJK menargetkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing di level 10%–12% dan 7%–9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×