kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.200
  • IDX 7.287   -40,68   -0,56%
  • KOMPAS100 1.135   -6,66   -0,58%
  • LQ45 913   -7,62   -0,83%
  • ISSI 218   -0,54   -0,25%
  • IDX30 454   -4,16   -0,91%
  • IDXHIDIV20 544   -4,77   -0,87%
  • IDX80 128   -0,97   -0,75%
  • IDXV30 127   -0,16   -0,12%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,99%

OJK Catat Utang Paylater Tembus Rp 6,13 Triliun


Kamis, 16 Mei 2024 / 06:16 WIB
OJK Catat Utang Paylater Tembus Rp 6,13 Triliun
ILUSTRASI. Nasabah mengakses aplikasi penunda pembayaran alias paylater di Jakarta, Kamis (6/7/2023). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kontrak pengguna Buy Now Pay Later mengalami pertumbuhan sebanyak 18,18 juta kontrak atau sebesar 33,25% secara tahunan, menjadi 72,88 juta kontrak per Mei 2023. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Outstanding piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai Rp 6,13 triliun per Maret 2024.

Angka tersebut meningkat 23,90% secara tahunan atau year on year (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: OJK Banyak Menerima Aduan Terkait Spaylater, Ini Prosedurnya Hingga Menyiapkan Sanksi

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan kinerja BNPL diproyeksi akan tetap tumbuh.

"Kinerja dan pertumbuhan PP BNPL diproyeksikan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara online," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (14/5).

Adapun OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance sebesar Rp 488,52 triliun pada Maret 2024. Nilai piutang pembiayaan ini tumbuh 12,17% secara tahunan (YoY).

Pada Februari 2024, piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh sebesar 11,73% YoY dengan nilai Rp 478,69 triliun. Pertumbuhan Maret 2024 terbilang menguat jika dibandingkan Februari 2024.

Baca Juga: Paylater di Marketplace Gampang dan Praktis, Tapi Lebih Berisiko

Agusman menerangkan, pertumbuhan itu didukung oleh profil risiko pembiayaan yang tetap terjaga, yang mana Non Performing Financing (NPF) Net tercatat sebesar 0,70% pada Maret 2024. Adapun nilai tersebut menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 0,72%.

Agusman menambahkan, NPF Gross perusahaan pembiayaan pada Maret 2024 sebesar 2,45%. Angka itu meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,55%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×