kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

OJK: Inklusi Keuangan Tembus 93,61%, Literasi Masih Tertinggal


Senin, 10 Agustus 2026 / 21:35 WIB
OJK: Inklusi Keuangan Tembus 93,61%, Literasi Masih Tertinggal
ILUSTRASI. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61%, sementara literasi keuangan mencapai 69,57%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, indeks literasi keuangan naik menjadi 69,57% pada 2026, dari 66,64% tahun sebelumnya.

"Indeks inklusi keuangan konvensional untuk provinsi yang tertinggi adalah DKI Jakarta," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica dalam acara Hasil SNLIK 2026 di Aula Utama Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Per Juni 2026, IASC Terima 1.379 Laporan Penipuan Terindikasi Memanfaatkan AI

Kiki mengungkapkan tingginya inklusi dibandingkan literasi menunjukkan masyarakat semakin mudah mengakses produk jasa keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami produk yang digunakan.

Kondisi ini juga membuat masyarakat tetap rentan menjadi korban penipuan. Kiki menegaskan, korban penipuan tidak selalu berasal dari masyarakat dengan literasi rendah.

"Kadang-kadang mereka sebenarnya mengerti, misalnya mereka ditawari return yang luar biasa tinggi. Tetapi karena terdorong keserakahan, mereka ikut masuk dan akhirnya menjadi korban investasi bodong," katanya.

Baca Juga: Aslindo Sebut Perbaikan Tata Kelola Jadi Faktor LKM Dicabut Izin Usaha Lebih Sedikit

Kiki mengatakan literasi keuangan tidak hanya mencakup pengetahuan, tetapi juga keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku dalam menggunakan layanan keuangan.

Karena itu, Kiki mengatakan OJK terus memperkuat edukasi keuangan, termasuk terkait pengelolaan keuangan, investasi ilegal, dan modus penipuan atau scam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×