kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.913   -75,00   -0,42%
  • IDX 6.094   -27,85   -0,45%
  • KOMPAS100 789   -4,26   -0,54%
  • LQ45 604   -3,99   -0,66%
  • ISSI 211   -0,36   -0,17%
  • IDX30 335   -2,63   -0,78%
  • IDXHIDIV20 426   -0,80   -0,19%
  • IDX80 90   -0,51   -0,56%
  • IDXV30 115   0,17   0,14%
  • IDXQ30 109   -0,45   -0,41%

OJK: Liberalisasi industri keuangan di depan mata


Rabu, 18 Maret 2015 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Selamat HUT TNI ke-78 Tahun 2023, Simak Sejarah Singkat dan Tugas Pokok TNI.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan kalau saat ini tantangan liberalisasi perbankan sudah didepan mata. Oleh karena itu untuk menjaga ketahanan industri perbankan, OJK akan meningkatkan pengawasan terintegrasi.

Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan, Mulya Siregar mengatakan, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah di depan mata. "Sehingga antisipasi risiko juga mesti ditingkatkan," katanya dalam acara bedah buku Liberalisasi Perbankan Indonesia karya mantan bankir senior Widigdo Sukarman di Jakarta, Rabu (18/3).

Oleh sebab itu, pengawasan secara tunggal di salah satu lembaga jasa keuangan sudah tidak tepat lagi. Sebab kini banyak lembaga jasa keuangan termasuk perbankan memiliki anak usaha jasa keuangan dalam bentuk asuransi, pembiayaan dan lain-lain. "Sehingga kita sekarang berusaha memperkuat pengawasan secara terintegrasi," ujar Mulya.

Mulya optimis skema pengawasan terintegrasi akan mampu menjaga kualitas industri jasa keuangan, termasuk perbankan nasional. "Jika kami gagal, kami siap dikembalikan ke Bank Indonesia (BI)," kata Mulya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×