kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

OJK Luncurkan Prototype Energy Savings Insurance, Perkuat Pembiayaan Proyek Hijau


Minggu, 07 Juni 2026 / 17:32 WIB
OJK Luncurkan Prototype Energy Savings Insurance, Perkuat Pembiayaan Proyek Hijau
ILUSTRASI. OJK Prediksi Sektor Asuransi, Penjaminan dan Dapen Tumbuh Positif pada 2025 (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inovasi produk perasuransian yang mendukung agenda transisi energi dan penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung pengembangan Energy Savings Insurance (ESI) atau asuransi penghematan energi.

Baca Juga: Simpanan dalam Uang Rupiah Susut, Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, dukungan tersebut diwujudkan melalui peluncuran prototype produk ESI dalam kegiatan Energy Efficiency Investment & Business Forum 2026 yang digelar di Jakarta pada 20 Mei 2026.

"Melalui peluncuran prototype produk ESI yang dilakukan dalam kegiatan Energy Efficiency Investment & Business Forum 2026 di Jakarta pada 20 Mei 2026," ujar Ogi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Jumat (5/6/2026).

Ogi menjelaskan, pengembangan produk ESI merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, antara lain OJK, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ASEAN Centre for Energy (ACE), BASE Foundation, UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), serta pelaku industri jasa keuangan dan perasuransian.

Baca Juga: OJK Siapkan Aturan Baru Laporan Aktuaris untuk Perkuat Industri Asuransi

Menurutnya, kehadiran ESI diharapkan dapat memperkuat mitigasi risiko pada proyek-proyek efisiensi energi sekaligus meningkatkan kelayakan pembiayaan (bankability) proyek transisi energi di Indonesia.

Selain itu, pengembangan produk tersebut juga diharapkan mampu memperbesar kontribusi industri perasuransian dalam mendukung implementasi ekonomi hijau dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) nasional.

"Ditambah, mendorong peningkatan peran industri perasuransian dalam mendukung implementasi ekonomi hijau dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di Indonesia," ungkap Ogi.

Di sisi lain, OJK mencatat industri asuransi komersial masih menunjukkan pertumbuhan aset hingga April 2026.

Baca Juga: Dana Kelolaan Wealth Management Maybank Indonesia Tumbuh 12% pada Mei 2026

Total aset industri asuransi komersial tercatat mencapai Rp984,20 triliun atau meningkat 4,65% secara tahunan (year on year/YoY).

Namun, dari sisi pendapatan premi, industri masih menghadapi tekanan. Akumulasi pendapatan premi asuransi komersial tercatat sebesar Rp116,01 triliun per April 2026 atau turun tipis 0,36% YoY.

Secara rinci, premi asuransi jiwa masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,28% YoY menjadi Rp62,58 triliun. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi 4,32% YoY menjadi Rp53,43 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×