kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Pamor SRBI di Industri Dana Pensiun Konvensional Kian Menanjak


Rabu, 19 Agustus 2026 / 21:51 WIB
Pamor SRBI di Industri Dana Pensiun Konvensional Kian Menanjak
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pamor Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di dana pensiun (dapen) konvensional makin menanjak.

Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penempatan dapen di SRBI sebesar Rp 10,90 triliun per Juni 2025, pamornya sempat turun ke level Rp 3,29 triliun per akhir 2025. Namun, kembali naik drastis menjadi Rp 17,40 triliun per Juni 2026. 

Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai ada sejumlah penyebab alokasi dapen konvensional di SRBI meningkat signifikan.

Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan salah satu penyebabnya karena dana pensiun menilai SRBI sebagai instrumen yang lebih aman di tengah dinamika pasar. Selain itu, SRBI juga dinilai return-nya cukup baik dibandingkan dengan instrumen lainnya. 

Dia menyebut faktor lainnya, yakni adanya pelemahan harga wajar saham dan meningkatnya yield obligasi. Bambang juga mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia BI atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) pada tahun ini juga menjadi salah satu faktor dapen menambah porsi di SRBI.

Baca Juga: Alokasi Dana Pensiun Konvensional di SRBI Meningkat per Juni 2026, Ini Kata Dapen BCA

"Kenaikan BI Rate juga menjadi pertimbangan. Dengan demikian, dana pensiun mengalihkan investasi ke SRBI," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (18/8).

Bambang berpendapat sepanjang kondisi harga saham dan obligasi belum pulih, tentunya dana pensiun masih berpeluang mengalokasikan investasi ke instrumen pasar uang termasuk SRBI.

Senada, Humas ADPI Syarifudin Yunus menerangkan ada sejumlah pertimbangan dapen memilih meningkatkan investasi di SRBI, di antaranya dipicu yield SRBI, kebutuhan likuiditas, kondisi pasar obligasi, dan strategi Asset Liability Management (ALM) dana pensiun. 

"Bagi pengelola dana pensiun, yang dilihat bukan sekadar BI Rate naik atau turun, melainkan berapa yield yang bisa didapatkan dari SRBI dibandingkan deposito, Surat Berharga Negara (SBN), money market, dan instrumen fixed income lainnya untuk risiko dan tenor yang sama," ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/8).

Dengan ditahannya BI Rate di level 5,75%, Syarifudin menilai terdapat peluang bagi dapen menambah lagi alokasi di SRBI ke depannya. Namun, dia bilang alokasinya tidak secara otomatis sebesar kenaikan pada Semester I-2026. 

Baca Juga: ADPI Beberkan Faktor Penyebab RoI Dana Pensiun Konvensional Naik Jadi 0,55%

"Kondisi BI Rate di 5,75% tetap bisa menciptakan wait and see, sekaligus selective accumulation bagi dana pensiun. Apabila BI Rate, ekspektasi suku bunga, dan yield SRBI naik, tentu cocok dengan kebutuhan likuiditas dan sesuai strategi ALM," tuturnya.

Dari sisi penyelenggara, Dana Pensiun BCA atau Dapen BCA (DPBCA) yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan Program Iuran Pasti (DPPK PPIP) menilai peningkatan minat dapen meningkatkan penempatan di SRBI didorong sejumlah faktor. 

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menerangkan hal itu dipicu kombinasi antara faktor imbal hasil yang sangat menarik dan tingkat risiko yang terukur. Dia bilang kenaikan BI Rate turut mendorong imbal hasil SRBI menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang konvensional lainnya. 

"Bagi dana pensiun, kondisi itu menjadi momentum taktis yang sangat baik untuk mengoptimalkan pendapatan investasi jangka pendek tanpa harus mengorbankan kualitas aset maupun fleksibilitas likuiditas portofolio," ucap Budi kepada Kontan, Selasa (18/8).

Sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio yang aktif dan terukur, Budi mengatakan Dana Pensiun BCA juga memanfaatkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia. Per Juli 2026, dia menyebut porsi penempatan Dapen BCA di instrumen SRBI tercatat sebesar 15,6% dari total portofolio investasi. 

Baca Juga: Penerimaan Iuran Dana Pensiun Konvensional Naik 9,82% per Maret 2026

Mengenai potensi penambahan alokasi ke depan di tengah kondisi suku bunga acuan yang ditahan sebesar 5,75%, Budi mengatakan hal tersebut akan sangat bergantung pada kebutuhan pengelolaan likuiditas internal dan evaluasi atas profil kecukupan kewajiban pembayaran manfaat pensiun. 

"Oleh karena itu, kami akan tetap mengedepankan fleksibilitas dan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan penempatan," kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×