kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

OJK: Rasio kredit macet bank meningkat


Jumat, 03 Juli 2015 / 18:29 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memantau perkembangan kondisi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di perbankan.

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, perbankan mengalami tekanan pada rasio kredit bermasalah sehingga regulator perlu memantau kondisi itu. “Ada tekanan pada NPL cuma tidak besar,” katanya, kemarin malam.

Kenaikan NPL ini terjadi pada sektor pertambangan, konstruksi dan perdagangan. Lanjutnya, ia meminta kepada bank terus memanajemen risiko kredit bank melalui skema. Misalnya, membentuk biaya provisi dan selektif dalam memberikan kredit kepada nasabah.

“Kami memprediksi rasio NPL netting 1% pada akhir tahun,” tambahnya.

Tercatat per April 2015, rasio NPL pertambangan sebesar 3.35% atau senilai Rp 4,47 triliun. Rasio NPL konstruksi sebesar 5,50% atau senilai Rp 8,43 triliun, dan rasio NPL perdagangan sebesar 3,58% atau senilai Rp 26,20 triliun.

Achmad Baequni, Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI), mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pencadangan karena terjadi kenaikan NPL pada kuartal II/2015. Namun, ia belum dapat menyampaikankenaikan NPL tersebut berapa persen, karena masih dalam proses perhitungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×