kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

OJK: Rasio NPL 2018 ditargetkan di bawah 2%


Sabtu, 03 Maret 2018 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Rekening simpanan yang tidak dijamin LPS


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Perbankan di awal tahun ini masih dalam tahap konsolidasi memperbaiki rasio kredit bermasalah. Rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) gross bank per Desember 2017 di level 2,55%, sementara pada Januari 2018 naik ke level 2,86%.

Meski NPL Januari 2018 naik, namun masih lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2017 yang mencapai 3,09%.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, kontribusi terbesar NPL bank pada tahun lalu berasal dari kredit komersial yang porsinya cukup besar di bank. Berdasarkan data OJK, komposisi kredit komersial dan korporasi mencapai 49,19% dari total penyaluran kredit.

Dengan membaiknya harga komoditas, dia berharap rasio NPL akan membaik pada tahun ini.

“Faktor lainnya seperti restrukturisasi kredit bank, penghapus bukuan NPL (write off) dan pertumbuhan kredit yang tahun ini ditarget mencapai 20%, diharapkan bisa menurunkan NPL hingga di bawah 2% pada akhir tahun ini,” kata Wimboh, Sabtu (3/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×