kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

OJK sebut CAR perbankan bisa terkuras hingga 4% di 2021, kenapa?


Senin, 22 Juni 2020 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memberikan pelayanan usai peresmian kantor baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2020). Gedung baru OJK Solo perancangannya menjadi standar gedung OJK di daerah yang menggambarkan nilai visi


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaksir rasio permodalan perbankan tahun depan bisa tergerus hingga 4%. Asumsi ini bisa terjadi jika ekspansi kredit bisa mencapai Rp 1.300 triliun lebih, dengan peningkatan alat tertimbang menurut risiko (ATMR) 100%, dan ada tambahan modal dari pemegang saham

Hal tersebut dipaparkan Ketua OJK dalam rapat bersama Komisi XI, Senin (22/6). Lebih lanjut kalkulasi OJK penurunan CAR bisa lebih kecil jika kredit juga tumbuh tak ekspansif.

Baca Juga: Sempat sepi, bankir ramal transaksi berbasis kartu bakal segera ramai lagi

Dengan asumsi kredit tumbuh Rp 280 triliun, CAR merosot 1%, kredit tumbuh Rp 589 triliun CAR turun 2%, dan kredit tumbuh Rp 929 triliun CAR tergerus 3%.

“Dengan asumsi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5%, pertumbuhan kredit bisa mencapai Rp 600 triliun hingga Rp 600 triliun. Jika tidak ada penambahan modal baru, CAR bisa turun secara agregat di sekitar 2%,” kata Wimboh.

Meski ditaksir bisa turun hingga 2%, Wimboh bilang rasio CAR secara umum masih berada di batas aman di kisaran 20%. Termasuk juga masih menjadi yang paling besar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Aktivasi nomor pin kartu kredit BCA lewat website BCA mudah dan cepat, begini caranya

Adapun tahun depan, pertumbuhan kredit ditargetkan OJK bisa tumbuh di kisaran 7%-9%. Sementara dana pihak ketiga dapat tumbuh 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×