kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pascabencana alam, rasio klaim Askrindo jadi 2%


Senin, 03 Maret 2014 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Potongan adegan film The Invisible Man, salah satu film psikologi thriller yang angkat tema tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) membukukan rasio klaim sebesar 2% atau berkisar Rp 2,5 miliar di sepanjang Januari 2014. Askrindo mengklaim, ini berasal dari bisnis penjaminan kredit komersial alias non kredit usaha rakyat.

Antonius Chandra S. Napitupulu, Direktur Utama Askrindo menjelaskan, klaim berasal dari tiga wilayah yang baru-baru ini mengalami bencana, yakni Sinabung (Sumatera Utara), Banjir Manado (Sulawesi Utara) dan erupsi Gunung Kelud (Jawa Timur).

"Total nilai klaim yang kami cairkan tidak lebih dari Rp 2,5 miliar di tiga wilayah bencana. Kebanyakan klaim berasal dari kredit konsumtif dan multiguna atau kredit tanpa agunan dari bank milik negara maupun bank swasta" ujarnya, Senin (3/3).

Sekadar informasi saja, Askrindo merupakan perusahaan asuransi kredit pelat merah. Selain menjamin kredit-kredit komersial, Askrindo menjamin juga kredit usaha rakyat (KUR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×