kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pegadaian bakal jaring Rp 7 triliun dari investor


Selasa, 07 Februari 2012 / 16:19 WIB
Pegadaian bakal jaring Rp 7 triliun dari investor
ILUSTRASI. Jet tempur Sukhoi Su-35 dari tim aerobatik Ksatria Rusia tampil selama forum teknis militer internasional Army-2020 di Pangkalan Udara Kubinka di Wilayah Moskow, 25 Agustus 2020.


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. Setelah membatalkan rencana initial public offering (IPO), PT Pegadaian berencana menjaring dana melalui penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan senilai Rp 7 triliun. Skema pengganti IPO ini akan dilancarkan perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUM) tersebut pada semester I.

Direktur Keuangan Pegadaian Budianto kepada Kontan membeberkan, obligasi berkelanjutan tahap I baru akan terbit sebesar Rp 1 triliun. "Kami sedang susun rencana obligasi dan underwriter-nya," terang Budianto, Selasa (7/2). Penerbitan surat utang ini juga akan sejalan dengan pinjaman yang diajukan kepada 3 bank yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank BNI Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 3-Rp 4 triliun.

Pada paruh tahun pertama 2012, Pegadaian menargetkan bisa mendapatkan likuiditas Rp 5 triliun untuk modal kerja. Sisanya Rp 2 triliun akan dicari pada semester II. Budi yakin rilis obligasi itu bakal dengan mudah terserap oleh investor, sekalipun di tengah pasar yang fluktuatif. Tahun ini, Pegadaian menargetkan pembiayaan sebesar Rp 110 triliun. Selain bersumber dari penerbitan obligasi, Pegadaian menggunakan modal sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×