kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pegadaian dikaji untuk dimiliki bank BUMN atau IPO


Jumat, 19 Februari 2016 / 18:49 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Selain menjadi anak usaha bank, PT Pegadaian (Persero) disiapkan menjadi perusahaan terbuka. Pemerintah tengah mengkaji rencana Pegadaian menjadi perusahaan terbuka sekaligus anak usaha bank BUMN.

Gatot Trihargo, Deputi Bidang Jasa dan Keuangan Kementerian BUMN menjelaskan, opsi Pegadaian menjadi anak usaha bank tetap dilanjutkan, plus didorong untuk menjadi initial public offering (IPO). Menurutnya, saat ini masih dikaji opsi mana yang bagus untuk dilakukan. Apakah pertama dengan diakuisisi bank, atau kedua menjadi perusahaan terbuka lebih dahulu.

Gatot menegaskan, cara tersebut dilakukan demi memperbesar aset BUMN spesialis gadai ini. Serta memperbesar sumber pendanaan murah bagi Pegadaian. Dengan begitu, bunga yang diberikan kepada nasabah bakal lebih murah dan kompetitif.

Menurut Kementerian BUMN, bunga yang dikenakan oleh Pegadaian kepada nasabahnya saat ini sebesar 18% sampai 27% per tahun. Bunga tersebut terbilang sangat mahal.

"Kami tidak ingin Pegadaian berdiri sendiri. Kami ingin ekuitas BUMN bisa bergabung dan menjadi besar. Pasar bisnisnya nanti bakal lebih berkembang," kata Gatot.

Kementerian BUMN telah membentuk tim khusus yang mengkaji road map BUMN lembaga keuangan. Tim beranggotakan direksi dari BUMN lembaga keuangan. Kajian akan road map tersebut akan keluar paling cepat tiga bulan mendatang setelah mendapat masukan dari berbagai pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×