CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Melesat pada Triwulan II 2026


Senin, 20 Juli 2026 / 15:00 WIB
Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Melesat pada Triwulan II 2026
ILUSTRASI. INDONESIA-ECONOMY-CURRENCY (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit baru perbankan meningkat pada triwulan II 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan seluruh jenis kredit, mulai dari kredit modal kerja, kredit investasi hingga kredit konsumsi.

Berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada triwulan II 2026 mencapai 93,08%, meningkat dibandingkan 38,74% pada triwulan I 2026. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 85,22%.

"Peningkatan penyaluran kredit baru bersumber dari pertumbuhan seluruh jenis penggunaan kredit," tulis BI dalam hasil Survei Perbankan yang dirilis, Senin (20/7).

Baca Juga: BI Proyeksikan Penyaluran Kredit Tetap Ekspansif pada Triwulan III

Secara rinci, penyaluran Kredit Modal Kerja (KMK) mencatat SBT tertinggi sebesar 94,34%, diikuti Kredit Investasi sebesar 93,51%, serta Kredit Konsumsi sebesar 83,67%. Seluruhnya tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Di segmen kredit konsumsi, peningkatan terutama berasal dari permintaan Kredit Pemilikan Rumah/Kredit Pemilikan Apartemen (KPR/KPA) dengan SBT 78,20%, diikuti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sebesar 67,95%, Kredit Multiguna sebesar 69,71%, serta Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebesar 49,70%.

Sebaliknya, permintaan kartu kredit menunjukkan perlambatan. Hal itu tercermin dari SBT yang turun menjadi 30,18%.

Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan penyaluran kredit baru paling tinggi terjadi pada sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi dengan SBT 91,86%. Selanjutnya disusul sektor jasa pendidikan (83,03%), industri pengolahan (73,78%), konstruksi (73,37%), serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Meski penyaluran kredit meningkat, BI mencatat perbankan menerapkan standar pemberian kredit yang lebih ketat pada triwulan II 2026.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang berada di level positif 1,03, mengindikasikan bank cenderung memperketat kebijakan penyaluran kredit dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pengetatan terutama terjadi pada penyaluran KPR/KPA dan kredit konsumsi lainnya. Sementara itu, kebijakan penyaluran untuk kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit UMKM justru relatif lebih longgar.

BI menjelaskan, sikap kehati-hatian bank antara lain dilakukan melalui penyesuaian pada aspek suku bunga kredit, plafon pinjaman, persyaratan perjanjian kredit, jangka waktu pinjaman, hingga biaya persetujuan kredit.

Meski demikian, hasil survei menunjukkan permintaan pembiayaan dari dunia usaha maupun rumah tangga masih tetap terjaga, sehingga mendorong pertumbuhan penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini.

Baca Juga: Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 17,7% yoy pada Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×