Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi engineering atau rekayasa sempat tertekan di paruh pertama tahun ini. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa terkontraksi 14,1% secara tahunan atau Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka ke depannya. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan peluang itu datang dari investasi swasta, hilirisasi, sektor energi dan manufaktur, kawasan industri, pusat data, serta pembangunan infrastruktur.
"Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas underwriting, survei dan pemantauan risiko proyek, penetapan premi yang sesuai dengan profil risiko, serta dukungan reasuransi yang memadai," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).
Dengan demikian, Ogi menyampaikan pertumbuhan industri, termasuk lini asuransi engineering, dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Asuransi Rekayasa, Ini Strategi yang Bisa Diterapkan Asuransi Umum
Ogi mengatakan nilai klaim lini asuransi engineering mencapai Rp 3,56 triliun per Agustus 2026. Nilainya meningkat Rp 1,86 triliun atau 109,41%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) juga melihat peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka hingga akhir tahun ini.
"Hal itu didukung oleh berbagai proyek konstruksi, infrastruktur, energi, dan industri yang tetap berjalan dan membutuhkan perlindungan terhadap risiko selama proses pembangunan maupun operasional," ucapnya kepada Kontan.
Untuk mendorong kinerja lini asuransi engineering, Datien menyebut Allianz Utama akan tetap disiplin dalam melakukan seleksi risiko dan menerapkan prinsip underwriting yang prudent. Mengenai kinerja, premi yang dibukukan Allianz Utama dari lini asuransi engineering mencapai Rp 11,7 miliar per Agustus 2026, atau meningkat 73,3% YoY.
Baca Juga: Premi Asuransi Rekayasa Terkontraksi pada Semester I-2026, Ini Kata Asei
Senada, PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) melihat peluang pertumbuhan pada lini asuransi engineering masih tetap ada ke depannya. Oleh karena itu, Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance, Diang Edelina menerangkan perusahaan akan tetap memperhatikan dan menyelaraskan langkah bisnis, dengan arah kebijakan pemerintah dan perkembangan aktivitas pembangunan.
Lebih lanjut, Diang mengatakan Mega Insurance akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja lini asuransi engineering atau rekayasa hingga akhir tahun ini. Dia menerangkan perusahaan akan terus memperluas penetrasi di berbagai sektor.
"Selain itu, memperkuat sinergi dengan broker, mitra bisnis, dan jaringan distribusi," katanya kepada Kontan.
Diang menyebut Mega Insurance juga tetap menjaga kualitas bisnis agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. Terkait kinerja, dia menyampaikan premi asuransi engineering Mega Insurance bertumbuh lebih dari 10% secara YoY pada semester I-2026. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan dari lini tersebut.
Baca Juga: Premi Asuransi Rekayasa Rp 965 Miliar Kuartal I, Ini Proyeksinya hingga Akhir Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














