kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh 12,73% hingga Agustus 2026


Senin, 19 Oktober 2026 / 16:23 WIB
Pembiayaan Bank Mega Syariah Tumbuh 12,73% hingga Agustus 2026
ILUSTRASI. Nasabah menabung di Bank Mega Syariah (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 12,73% secara tahunan hingga Agustus 2026. Total pembiayaan yang disalurkan Bank Mega Syariah mencapai Rp 10,38 triliun.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, pertumbuhan pembiayaan tersebut ditopang oleh konsistensi bank dalam mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental bisnis kuat dan prospek pertumbuhan positif.

Segmen komersial menjadi kontributor utama dalam portofolio pembiayaan Bank Mega Syariah. Hingga Agustus 2026, pembiayaan komersial tercatat sebesar Rp 6,23 triliun atau setara 60,02% dari total pembiayaan.

Baca Juga: CIMB Niaga Bidik 42.000 Nasabah OCTO Biz hingga Akhir 2026

Berdasarkan rinciannya, pembiayaan komersial tersebut terutama berasal dari sub segmen corporate banking sebesar Rp 4,75 triliun dan business banking sebesar Rp 1,49 triliun.

"Perusahaan masih optimistis dapat menjaga pertumbuhan pembiayaan hingga akhir 2026. Optimisme ini didukung oleh peluang pembiayaan yang masih terbuka pada sejumlah sektor produktif," ungkap Hanie kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Beberapa sektor yang menjadi perhatian Bank Mega Syariah antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta sektor usaha lainnya yang memiliki prospek positif.

Untuk mendorong penyaluran pembiayaan, Bank Mega Syariah menerapkan pendekatan business to business to consumer (B2B2C) dengan memperluas sinergi bersama berbagai sektor. Sinergi tersebut mencakup sektor pendidikan, kesehatan, layanan publik, serta komunitas dan ekosistem halal.

"Selain itu, perusahaan mengoptimalkan potensi kerja sama dalam ekosistem CT Corp untuk memperkuat ekosistem bisnis dan membuka peluang pembiayaan baru," katanya.

Meski membidik pertumbuhan pembiayaan, Bank Mega Syariah tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset dalam menjalankan ekspansi bisnis.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Perbankan Kuasai 82,78% Kredit UMKM, Tumbuh 3,36% per Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×