Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan masih menjadi penopang utama pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Per Agustus 2026, total pembiayaan UMKM dari seluruh sektor jasa keuangan mencapai Rp 1.956 triliun, tumbuh 3,36% yoy.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, perbankan menguasai 82,78% dari total pembiayaan UMKM tersebut. Adapun kredit UMKM perbankan mencapai Rp 1.529,38 triliun atau 16,66% dari total kredit perbankan, dengan pertumbuhan 2,32% secara tahunan (yoy).
"Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) UMKM perbankan tercatat sebesar 4,53%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kredit UMKM relatif tetap terjaga," ujar Dian dalam Seminar Nasional dan Musyawarah (MUNAS) PERBARINDO, di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Baca Juga: OJK Catat Kredit BPR dan BPRS Tumbuh 3,37% Tembus Rp 179,48 Triliun pada Agustus 2026
Dian menambahkan, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) memiliki peran strategis dalam pembiayaan UMKM karena kedekatannya secara geografis dan kultural dengan pelaku usaha di daerah.
"Hal tersebut didukung dengan penyaluran kredit atau pembiayaan UMKM oleh BPR dan BPRS yang terus tubuh dan terjaga kualitasnya. Dengan porsi penyaluran masing-masing di atas 50% dari total kredit atau pembiayaan pada posisi Agustus 2026," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














