Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan pesat penyaluran pembiayaan pada Februari 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin meningkatnya penyaluran dalam segmen konsumer dan ritel.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, pembiayaan BSI mencapai Rp 323 triliun (unaudited) atau tumbuh 14,32% secara tahunan (yoy) pada Februari 2026.
"Kontribusi terbesar berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas dan bullion bank. Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel," kata Wisnu saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).
Adapun hingga Februari 2026, BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan cicil emas sebesar 17,68% (yoy) dan gadai emas tumbuh sebesar 19,96% (yoy).
Baca Juga: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo, BSI Tumbuh Melaju diatas Industri
Untuk pembiayaan ritel, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BSI telah menyalurkan sebesar Rp 52,43 triliun atau naik 6,10% (yoy) pada Februari 2026.
"BSI berkomitmen kuat mendukung UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, business matching hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center," kata Wisnu.
Wisnu menyebut ada beberapa fokus utama yang dilakukan BSI awal tahun ini.
Fokus itu di antaranya adalah akselerasi digital, memperluas layanan bullion bank, memperkuat segmen konsumer, serta mendukung program pemerintah di sektor produktif.
Dengan fokus tersebut, BSI juga tercatat berkontribusi terhadap pembiayaan untuk program Astacita pemerintah.
Baca Juga: Hery Gunardi: BRI Genjot Laba lewat Segmen Konsumer dan Layanan Emas
Secara rinci sampai dengan Februari 2026, BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 194,50 miliar untuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, BSI turut membantu pembiayaan untuk pembangunan sekitar 80 ribu Koperasi Merah Putih. BSI juga menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 94,82 miliar untuk program Tiga Juta Rumah.
"BSI pada awal 2026 ini menunjukan kinerja solid, tumbuh dan sehat. Didorong fungsi intermediasi yang baik dari komposisi dana dan penyaluran pembiayaan," kata Wisnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













