kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.816   -89,00   -0,53%
  • IDX 8.382   110,51   1,34%
  • KOMPAS100 1.181   17,02   1,46%
  • LQ45 846   10,92   1,31%
  • ISSI 299   3,95   1,34%
  • IDX30 444   6,90   1,58%
  • IDXHIDIV20 529   6,66   1,28%
  • IDX80 132   1,68   1,29%
  • IDXV30 144   1,12   0,78%
  • IDXQ30 142   1,99   1,42%

Pembiayaan Konsumer BSI Tumbuh 15,75% pada 2025


Senin, 23 Februari 2026 / 13:31 WIB
Pembiayaan Konsumer BSI Tumbuh 15,75% pada 2025
ILUSTRASI. Layanan nasabah di Bank Syariah Indonesia (KONTAN/Baihaki) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menutup tahun 2025 dengan kinerja solid di segmen pembiayaan konsumer. ?


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menutup tahun 2025 dengan kinerja solid di segmen pembiayaan konsumer. 

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2025, pembiayaan konsumer BSI mencapai Rp 175,79 triliun atau tumbuh 15,75% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari rinciannya, pembiayaan griya (KPR) tercatat Rp 60,26 triliun atau naik 6,03% yoy. Sementara pembiayaan kendaraan bermotor atau KKB (BSI OTO) mencapai Rp 6,41 triliun, tumbuh 18,99% yoy.

Pembiayaan payroll menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp 68,43 triliun, naik 14,09% yoy. Segmen pensiun tercatat Rp 16,92 triliun atau tumbuh 5,42% yoy. Yang paling mencolok, bisnis emas BSI melesat 78,6% yoy menjadi Rp 22,91 triliun.

Baca Juga: Bank IBK Indonesia Luncurkan Fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu di Mobile Banking

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, di tengah dinamika ekonomi makro dan tren industri perbankan nasional yang bergerak tak seragam pada 2025, BSI justru mencatat pertumbuhan yang relatif merata di seluruh segmen pembiayaan konsumer.

“Menutup tahun buku Desember 2025, BSI membukukan pertumbuhan solid berkat strategi bisnis yang terukur di seluruh segmen pembiayaan konsumer, baik BSI Griya, BSI OTO, maupun BSI Mitraguna,” ujar Wisnu kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).

Menurut Wisnu, sejumlah faktor menjadi keunggulan kompetitif bank. Pertama, optimalisasi ekosistem payroll yang menyasar captive market dengan profil risiko terukur dan non-performing financing (NPF) yang terjaga.

Kedua, skema margin syariah yang memberikan kepastian angsuran di tengah fluktuasi suku bunga acuan sepanjang 2025. Ketiga, akselerasi digitalisasi melalui BYOND by BSI yang memudahkan pengajuan layanan konsumer secara mandiri dan mempercepat proses pencairan.

Memasuki 2026, BSI memproyeksikan pembiayaan konsumer tetap berada dalam tren positif. Pada segmen KPR, permintaan diperkirakan masih kuat, terutama dari generasi milenial dan Gen Z yang mencari hunian pertama di kisaran harga Rp 500 juta.

Di segmen kendaraan, pertumbuhan diproyeksikan ditopang tren green lifestyle dan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV). BSI menyiapkan pembiayaan dengan margin kompetitif untuk berbagai merek EV yang masuk ke pasar domestik.

Sementara untuk pembiayaan Mitraguna, prospek dinilai tetap relevan seiring pemulihan daya beli masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga pendaftaran porsi haji dan umrah dari basis nasabah payroll.

Wisnu memastikan pihaknya bakal terus menjaga prinsip kehati-hatian serta mendorong inovasi produk pembiayaan syariah yang berkelanjutan pada 2026.

Baca Juga: Rasio Kredit Macet UMKM di Perbankan Kian Memburuk

Selanjutnya: Bank IBK Indonesia Luncurkan Fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu di Mobile Banking

Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×