Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan pembiayaan industri pergadaian dinilai mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan industri gadai mencapai Rp157,20 triliun atau meningkat 56,80% secara tahunan per April 2026.
Direktur Utama PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring menilai pertumbuhan pembiayaan gadai memang menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan cepat masih tetap tinggi.
Baca Juga: Pembiayaan Budi Gadai Melonjak 52,1% di Semester I-2026, Ini Pemicunya
Menurutnya, saat ini masyarakat memanfaatkan layanan gadai untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Mulai dari modal usaha, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya.
"Pertumbuhan pembiayaan pergadaian dapat menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat masih cukup tinggi," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (3/6/2026).
Senada dengan itu, Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja juga menyebut kalau pertumbuhan pembiayaan gadai mengindikasikan masih tingginya kebutuhan masyarakat akan akses dan cepat.
"Pertumbuhan pembiayaan industri memang menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses dana cepat masih cukup tinggi," ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa hal ini tidak semata-mata karena mencerminkan adanya tekanan ekonomi. Menurutnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan gadai untuk mengelola arus kas karena prosesnya cepat dan aset jaminan tetap menjadi milik nasabah.
Dengan kinerja positif ini, industri gadai diperkirakan terjaga hingga akhir tahun. Selain didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang cepat dan mudah, peningkatan literasi keuangan juga dinilai turut memperluas pemanfaatan layanan pergadaian secara lebih bertanggung jawab.
Baca Juga: Ruang Pertumbuhan Industri Asuransi di Indonesia Masih Cukup Besar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














