kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Pembiayaan Mobil Bekas CNAF Mencapai Rp 750 Miliar hingga April 2026


Selasa, 09 Juni 2026 / 10:13 WIB
Pembiayaan Mobil Bekas CNAF Mencapai Rp 750 Miliar hingga April 2026
ILUSTRASI. Sampai dengan bulan April 2026, penyaluran pembiayaan baru untuk mobil bekas terkoreksi menjadi Rp 750 miliar (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan mobil bekas hingga empat bulan pertama tahun 2026 di PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melambat.

"Sampai dengan bulan April 2026, penyaluran pembiayaan baru untuk mobil bekas terkoreksi menjadi Rp 750 miliar," ujar Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (8/6/2026).

Kendati begitu, menurutnya perlambatan ini menunjukkan penyesuaian pasar seiring dengan dinamika industri otomotif dan perubahan preferensi masyarakat saat ekonomi masih menantang.

Baca Juga: OJK: Potensi Pengembangan Bisnis Multifinance Syariah Masih Cukup Besar

Di samping itu, perusahaan juga kini lebih berhati-hati dan selektif dalam pembiayaan sehingga penyalurannya tidak seagresif tahun lalu.

Selain itu, pelemahan daya beli masyarakat dan persaingan dengan model kendaraan listrik menambah tantangan tersendiri bagi industri otomotif secara umum, termasuk segmen mobil bekas.

Ditambah dengan nilai rupiah yang melemah dan kenaikan suku bunga diprediksi bisa mempengaruhi daya beli masyarakat sekaligus permintaan pembiayaan itu sendiri.

Walau demikian, Ristiawan memandang segmen pembiayaan mobil bekas masih relatif resilien dan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Hal ini karena mobil bekas menawarkan nilai produk ekonomis yang kompetitif, kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap ada, dan basis pasar yang cukup kuat.

Baca Juga: Penundaan Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance

Dengan kondisi seperti ini, CNAF berupaya untuk terus menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian seraya memperkuat pengelolaan risiko. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas portofolio terjaga dengan baik.

Lebih lanjut, Ristiawan optimistis segmen mobil bekas masih memiliki peluang bisnis yang bagus dan dinilai akan tetap menjadi salah satu kontributor bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×