Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan mobil bekas hingga empat bulan pertama tahun 2026 di PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melambat.
"Sampai dengan bulan April 2026, penyaluran pembiayaan baru untuk mobil bekas terkoreksi menjadi Rp 750 miliar," ujar Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Kendati begitu, menurutnya perlambatan ini menunjukkan penyesuaian pasar seiring dengan dinamika industri otomotif dan perubahan preferensi masyarakat saat ekonomi masih menantang.
Baca Juga: OJK: Potensi Pengembangan Bisnis Multifinance Syariah Masih Cukup Besar
Di samping itu, perusahaan juga kini lebih berhati-hati dan selektif dalam pembiayaan sehingga penyalurannya tidak seagresif tahun lalu.
Selain itu, pelemahan daya beli masyarakat dan persaingan dengan model kendaraan listrik menambah tantangan tersendiri bagi industri otomotif secara umum, termasuk segmen mobil bekas.
Ditambah dengan nilai rupiah yang melemah dan kenaikan suku bunga diprediksi bisa mempengaruhi daya beli masyarakat sekaligus permintaan pembiayaan itu sendiri.
Walau demikian, Ristiawan memandang segmen pembiayaan mobil bekas masih relatif resilien dan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Hal ini karena mobil bekas menawarkan nilai produk ekonomis yang kompetitif, kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap ada, dan basis pasar yang cukup kuat.
Baca Juga: Penundaan Insentif Bisa Berdampak pada Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance
Dengan kondisi seperti ini, CNAF berupaya untuk terus menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian seraya memperkuat pengelolaan risiko. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas portofolio terjaga dengan baik.
Lebih lanjut, Ristiawan optimistis segmen mobil bekas masih memiliki peluang bisnis yang bagus dan dinilai akan tetap menjadi salah satu kontributor bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













