kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pembiayaan Radana Finance didominasi motor baru


Rabu, 26 November 2014 / 11:45 WIB
ILUSTRASI. Manfaat daun kemangi untuk kesehatan tubuh.


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pembiayaan motor baru masih menjadi penopang kinerja PT Radana Bhaskara Finance Tbk  alias Radana Finance.

Hingga kuartal III 2014, pembiayaan motor baru menyumbang sekitar 81,56% dari total pembiayaan. Setelah itu disusul oleh pembiayaan motor bekas sebesar 15,04%.

Menariknya, meskipun baru berjalan sekitar empat bulan atau sejak Juni 2014 , pembiayaan mobil bekas Radana Finance telah menempati porsi 3,40%. Diversifikasi pembiayaan mobil bekas ini menjadi salah satu andalan perseroan dalam menjalani tahun ini.

Meskipun diterpa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance mengaku hal itu belum berpengaruh terhadap pembiayaan perseroan. Dengan perubahan yang baru berjalan lebih dari sepekan, ia menjelaskan dampak tersebut belum kelihatan.

Saat ini, Radana Finance memiliki 42 kantor cabang yang tersebar di pulau Jawa dan Sumatera. Rencananya, perseroan juga akan membuka 16 kantor cabang lagi di tahun 2015. “Untuk lokasinya masih dalam tahap pembahasan,” imbuh Evy.

NPL terjaga

Evy mengaku, meski industri multifinance dihadapkan dengan potensi peningkatan kredit bermasalah, namun Radana Finance berhasil menjaga rasio kredit macetnya.

Per September 2014 kemarin, perseroan berhasil menjaga non performing loan alias NPL di angka 0,25%, turun tipis dari akhir tahun 2013 yang 0,26%.

“Kami mengalami perbaikan. Penurunan ini disebabkan karena ada perbaikan dalam proses bisnis kami yaitu penerapan overdue cycle management,” tutur Evy.

Dengan pengelolaan piutang yang baik disertai cara pembayaran kredit yang diperluas, membuat perseroan berhasil menekan angka NPL.  Sekedar informasi, kini nasabah Radana dapat membayar cicilan melalui mini market ataupun
mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×