Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham bank berkapitalisasi besar atau big banks kompak menguat pada perdagangan Senin (6/7). Penguatan ini didorong oleh kombinasi valuasi yang dinilai masih menarik serta membaiknya sentimen pasar terhadap prospek suku bunga global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat kenaikan tertinggi di antara bank-bank jumbo. Saham BBRI ditutup menguat 2,95% ke level Rp 2.790 per saham dari harga pembukaan Rp 2.710. Meski demikian, dalam sepekan terakhir saham BBRI masih terkoreksi 1,76%.
Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,24% ke level Rp 6.125 per saham. Saham BBCA dibuka pada level yang sama dan masih mencatat kenaikan 3,38% dalam sepekan terakhir.
Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,92% menjadi Rp 3.280 per saham dari harga pembukaan Rp 3.250. Dalam sepekan terakhir, saham BBNI naik 0,61%.
Baca Juga: Di Tengah Isu Cash Out, Bank Asing Masih Cetak Pertumbuhan Kinerja yang Positif
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup menguat 0,50% ke level Rp 4.030 per saham dari harga pembukaan Rp 4.020. Selama sepekan terakhir, saham BMRI telah menguat 2,28%.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan saham perbankan dipicu oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah aksi bottom fishing setelah valuasi saham-saham perbankan terkoreksi hingga berada di bawah rata-rata historis lima tahunnya, terutama dari sisi rasio price to book value (PBV).
"Investor mulai melakukan akumulasi karena valuasi saham perbankan sudah cukup murah dibandingkan rata-rata historisnya," ujar Nafan kepada Kontan.co.id, Senin (6/7/2026).
Selain faktor valuasi, Nafan mengatakan, aksi korporasi seperti share buyback dan kebijakan dividen yang menarik juga menjadi sentimen positif bagi saham-saham perbankan.
Menurutnya, investor masih melihat sektor perbankan sebagai emiten yang mampu memberikan imbal hasil dividen yang menarik sekaligus memiliki prospek pertumbuhan yang baik.
Untuk strategi investasi, Mirae Asset merekomendasikan accumulative buy pada sejumlah saham bank besar. Target harga yang diberikan meliputi BBCA sebesar Rp 7.900 per saham, BBNI Rp 4.220, BBRI Rp 3.450, dan BMRI Rp 5.600.
Sementara itu, Analis RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya bilang, penguatan saham perbankan pada awal pekan didorong kombinasi sentimen global dan domestik.
Menurutnya, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) telah memperbaiki risk appetite investor terhadap aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di sisi lain, koreksi harga saham perbankan dalam beberapa waktu terakhir membuat valuasinya menjadi semakin menarik.
"Kami juga melihat adanya selective foreign buying pada beberapa saham bank besar, meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa arus dana asing telah berbalik masuk secara konsisten," ujar Andrey.
Ke depan, RHB Sekuritas tetap mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor perbankan. Andrey memperkirakan pertumbuhan laba industri masih berada pada kisaran high single digit, ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset yang tetap terjaga, serta potensi perbaikan likuiditas.
Ia menambahkan, untuk menjaga daya tarik saham, perbankan perlu terus meningkatkan profitabilitas, memperkuat penghimpunan dana murah (current account saving account atau CASA), meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income), serta mempertahankan kebijakan dividen yang menarik.
"Kami melihat valuasi sektor perbankan masih menarik dan berpotensi mengalami rerating apabila stabilitas nilai tukar tetap terjaga, arus dana asing terus membaik, serta sentimen makro tetap kondusif pada semester II-2026," katanya.
RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan dengan saham pilihan utama BMRI, BBRI, BRIS, dan BBTN. Sementara itu, BBCA tetap menjadi pilihan defensif berkat kualitas aset dan likuiditasnya yang kuat.
Baca Juga: Tifa Finance Raih Pinjaman Rp 400 Miliar dari Hana Bank
Adapun target harga yang diberikan RHB Sekuritas yakni BBCA Rp 9.700 per saham, BMRI Rp 7.600, BBRI Rp 5.900, BBNI Rp 6.300, BRIS Rp 2.460, BBTN Rp 1.600, serta PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Rp 2.000 per saham.
Dengan valuasi yang semakin menarik setelah mengalami koreksi, RHB Sekuritas menilai saham-saham perbankan masih layak dikoleksi investor dengan horizon investasi jangka menengah hingga panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














