kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pencadangan perbankan bakal terkerek akibat wabah virus corona


Minggu, 15 Maret 2020 / 18:49 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 akan berada di kisaran 5-5,4 persen.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

Juru Bicara Bank Woori Rully Nova bilang rasio kredit macet perseroan bisa meningkat hingga 20 bps menjadi di kisaran 1,8% dari rasio NPL sebesar 1,6% kini lantaran risiko kredit yang meningkat.

“Saat ini NPL kami ada di kisaran 1,6%, sampai akhir tahun akan ada di kisaran 1,8% karena risiko kredit akibat penyebaran corona meningkat. Terutama di sektor industri yang langsung terdampak seperti transportasi, dan akomodasi. Jika berkepanjangan, sektor perdagangan, manufaktur, pertambangan, dan pertanian juga akan terdampak,” jelasnya kepada KONTAN.

Baca Juga: Pasca caplok Bank Permata, Bangkok Bank pastikan tak ada aksi akuisisi lain

Adapun Direktur Risiko dan Kepatuhan Bank Woori I MAde Mudiastara mengaku bakal lebih konservatif menyalurkan kredit. Ini dilakukan guna menekan pencadangan dalam rangka implementasi PSAK 71 seiring meningkatnya risiko kredit.

“Kami akan lebih konservatif membentuk pencadangan sesuai PSAK 71 melihat kondisi ekonomi kini. Saat ini kami juga sudah melakukan pencadangan Rp 123 miliar, dengan total pencadangan yang telah terbentuk Rp 390 miliar,” ungkapnya kepada KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×