kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.875   -113,00   -0,63%
  • IDX 6.134   12,16   0,20%
  • KOMPAS100 795   1,63   0,21%
  • LQ45 608   0,09   0,02%
  • ISSI 213   1,44   0,68%
  • IDX30 337   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 429   2,04   0,48%
  • IDX80 91   0,18   0,20%
  • IDXV30 116   0,81   0,70%
  • IDXQ30 110   0,25   0,23%

Penerbitan surat utang bank BUMN diproyeksi naik


Rabu, 18 Oktober 2017 / 09:26 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat berharga oleh bank BUMN pada tahun depan diproyeksi naik. Hal ini seiring dengan proyeksi meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur.

Aviliani, Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengatakan, penerbitan obligasi bank BUMN akan disesuaikan kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur. "Bank BUMN bisa meningkatkan penerbitan obligasi bila diperlukan," katanya, Rabu (18/10).

Menurut Avi, penerbitan surat utang perbankan sangat tergantung pada kondisi likuiditas. Tahun ini, dengan pertumbuhan kredit belum terlalu tinggi, maka kondisi likuiditas perbankan masih longgar.

Namun, memang untuk bank BUMN yang pertumbuhan kreditnya mencapai dua digit, memerlukan pendanaan ekstra. Selain dari DPK, bank BUMN bisa memanfaatkan instrumen pendanaan lain seperti surat utang dan pinjaman bilateral.

Herry Sidharta, Wakil Direktur BNI bilang, saat ini, sisa obligasi berkelanjutan yang sudah disetujui OJK yaitu Rp 7 triliun. "Penerbitan obligasi tergantung kondisi bisnis 2018," katanya, Rabu (18/10).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penerbitan surat berharga perbankan sampai Juli 2017 sebesar Rp 100,6 triliun naik 40,3% secara tahunan atau year on year (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×