kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penerbitan surat utang bank BUMN diproyeksi naik


Rabu, 18 Oktober 2017 / 09:26 WIB
Penerbitan surat utang bank BUMN diproyeksi naik


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat berharga oleh bank BUMN pada tahun depan diproyeksi naik. Hal ini seiring dengan proyeksi meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur.

Aviliani, Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengatakan, penerbitan obligasi bank BUMN akan disesuaikan kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur. "Bank BUMN bisa meningkatkan penerbitan obligasi bila diperlukan," katanya, Rabu (18/10).

Menurut Avi, penerbitan surat utang perbankan sangat tergantung pada kondisi likuiditas. Tahun ini, dengan pertumbuhan kredit belum terlalu tinggi, maka kondisi likuiditas perbankan masih longgar.

Namun, memang untuk bank BUMN yang pertumbuhan kreditnya mencapai dua digit, memerlukan pendanaan ekstra. Selain dari DPK, bank BUMN bisa memanfaatkan instrumen pendanaan lain seperti surat utang dan pinjaman bilateral.

Herry Sidharta, Wakil Direktur BNI bilang, saat ini, sisa obligasi berkelanjutan yang sudah disetujui OJK yaitu Rp 7 triliun. "Penerbitan obligasi tergantung kondisi bisnis 2018," katanya, Rabu (18/10).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penerbitan surat berharga perbankan sampai Juli 2017 sebesar Rp 100,6 triliun naik 40,3% secara tahunan atau year on year (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×