kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.890   14,00   0,08%
  • IDX 6.330   62,48   1,00%
  • KOMPAS100 828   6,24   0,76%
  • LQ45 629   2,91   0,46%
  • ISSI 219   2,92   1,35%
  • IDX30 352   0,49   0,14%
  • IDXHIDIV20 427   -1,13   -0,26%
  • IDX80 95   0,69   0,73%
  • IDXV30 118   0,32   0,27%
  • IDXQ30 111   -0,13   -0,12%

Penertiban Dapur MBG Dikhawatirkan Picu Lonjakan Kredit Macet di Perbankan


Rabu, 12 Agustus 2026 / 05:37 WIB
Penertiban Dapur MBG Dikhawatirkan Picu Lonjakan Kredit Macet di Perbankan
ILUSTRASI. Penertiban ratusan dapur MBG mulai memunculkan risiko kredit perbankan. Bank diminta mewaspadai potensi kenaikan NPL dan pencadangan.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

Meski demikian, BSI memastikan pembiayaan SPPG yang telah disalurkan masih dalam kondisi terjaga. BSI juga terus berkoordinasi dengan BGN untuk memastikan pembiayaan tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Semuanya pembiayaan SPPG masih terjaga, mengacu pada ketentuan Petunjuk Teknis BGN," kata Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar kepada KONTAN, Senin (10/8/2026).

Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih memetakan seberapa besar eksposur perbankan terhadap SPPG yang terdampak penghentian operasional.

Baca Juga: Rasio Kredit Macet Adira Finance Berada di Level 1,9% pada Kuartal I-2026

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, tidak seluruh SPPG dibiayai oleh bank. Karena itu, OJK berharap penghentian sejumlah dapur MBG tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap kualitas kredit perbankan.

"Kami masih lihat perkembangan karena kasusnya masih berlanjut. Kami berharap tidak bermasalah semua dan jumlahnya tak signifikan," ujar Dian.

Namun, risiko tersebut tetap perlu diantisipasi. Ekonom INDEF Rizal Taufikurrahman menilai penghentian operasional SPPG dapat meningkatkan risiko kredit, khususnya bagi debitur yang sangat bergantung pada pendapatan dari program MBG.

Jika kondisi tersebut berlanjut, kualitas kredit perbankan berpotensi tertekan melalui kenaikan non-performing loan (NPL) dan peningkatan biaya pencadangan. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menggerus profitabilitas bank.

Karena itu, Rizal mendorong perbankan untuk segera melakukan stress test dan memetakan eksposur pembiayaan SPPG secara lebih rinci.

Baca Juga: Kredit Multifinance Naik 2,08% per April 2026, Kredit Macet Juga Naik ke 2,98%

"Bank jangan sampai terjebak pada asumsi, karena program pemerintah maka kredit MBG otomatis aman," tegas Rizal.

Dengan demikian, penertiban dapur MBG menjadi ujian bagi perbankan untuk memastikan ekspansi kredit berbasis program pemerintah tetap dibarengi manajemen risiko yang memadai.

Bagi bank, status program pemerintah tidak serta-merta menghilangkan risiko gagal bayar di tingkat debitur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×