kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Zurich Akui Risiko Siber Jadi Tantangan, Perkuat Sistem dan Tata Kelola IT


Jumat, 01 Mei 2026 / 22:00 WIB
Zurich Akui Risiko Siber Jadi Tantangan, Perkuat Sistem dan Tata Kelola IT
ILUSTRASI. PT Zurich Topas Life (Zurich) (DOK/PT Zurich Topas Life (Zurich))


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko siber masih menjadi tantangan utama bagi industri perasuransian seiring percepatan digitalisasi.

Hal ini sejalan dengan pandangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyoroti meningkatnya ancaman serangan siber terhadap perusahaan asuransi.

Menanggapi hal tersebut, PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menegaskan bahwa penguatan keamanan siber telah menjadi agenda strategis perusahaan yang terus dijalankan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pegadaian Bidik Gen Z, Kejar 70% Nasabah Gunakan Aplikasi Tring!

Direktur Operations Zurich Asuransi Indonesia Setio Dermawan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantisipasi risiko tersebut melalui penguatan sistem dan tata kelola.

“Zurich Indonesia memandang penguatan keamanan siber sebagai agenda strategis yang terus kami antisipasi melalui peningkatan sistem dan governance secara berkelanjutan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (30/4/2026).

Setio menjelaskan, Zurich telah melakukan berbagai langkah konkret, mulai dari peningkatan infrastruktur dan sistem teknologi informasi (TI), penguatan tata kelola serta manajemen risiko siber, hingga pelaksanaan pemantauan dan pengujian keamanan secara berkala.

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kesadaran (awareness) karyawan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.

“Seluruh langkah tersebut dijalankan secara konsisten dan selaras dengan standar global Zurich Group serta ketentuan regulator,” imbuhnya.

Baca Juga: OJK Perpanjang Waktu Penyampaian Laporan PSAK 117, Ini Respons YOII

Ia menambahkan, keamanan siber dan pengembangan kapabilitas TI menjadi prioritas investasi perusahaan.

Zurich memastikan alokasi anggaran yang memadai dan berkelanjutan guna menjaga perlindungan data nasabah serta ketahanan operasional.

Ke depan, fokus investasi tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, perkembangan ancaman siber, serta arahan regulator.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengungkapkan, adanya kasus serangan siber yang menimpa perusahaan asuransi, bahkan hingga menyasar pusat pemulihan bencana (Disaster Recovery Center/DRC).

Baca Juga: Mobil Listrik dan Bahan Bakar Bensin Beda Risiko, Simak Cara Pilih Asuransi Kendaraan

“Perusahaan tersebut sampai tidak memiliki data untuk menyusun laporan keuangan dengan baik. Ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan sistem TI,” ujarnya dalam acara PPDP Regulatory Dissemination Day 2026 di Jakarta Selatan, Senin (13/4).

OJK pun mengingatkan pelaku industri untuk terus memperkuat sistem keamanan digital guna menjaga keberlangsungan operasional dan kepercayaan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×