CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Penjualan Kendaraan Meningkat, AAUI Prediksi Asuransi Kendaraan Terus Bertumbuh


Jumat, 11 September 2026 / 21:44 WIB
Penjualan Kendaraan Meningkat, AAUI Prediksi Asuransi Kendaraan Terus Bertumbuh
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan penjualan kendaraan bermotor menjadi sinyal positif bagi industri asuransi kendaraan. Bertambahnya kendaraan yang beredar membuka basis baru yang berpotensi diasuransikan, baik melalui pembiayaan maupun pembelian secara langsung.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan kenaikan penjualan kendaraan menjadi peluang bagi pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan retail sales kendaraan pada Januari-Agustus 2026 mencapai tumbuh 13,9% YoY. Di sisi lain, AAUI mencatat premi asuransi kendaraan bermotor pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp9,85 triliun, tumbuh 4,9% secara tahunan dari sekitar Rp9,39 triliun.

Menurut Budi, kenaikan penjualan kendaraan memang memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan premi asuransi. Namun, pertumbuhan penjualan kendaraan tidak otomatis berbanding lurus dengan kenaikan premi.

"Jadi memang terdapat korelasi positif, tetapi kenaikan penjualan kendaraan tidak otomatis berbanding lurus dengan pertumbuhan premi," ujar Budi.

Baca Juga: Penjualan Mobil Naik 13,9% hingga Agustus 2026, Angin Segar bagi Asuransi Kendaraan

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya ruang untuk meningkatkan penetrasi asuransi terhadap kendaraan yang terjual. Dengan tren penjualan yang semakin kuat hingga Agustus 2026, AAUI melihat peluang pertumbuhan premi kendaraan masih cukup positif pada semester II-2026.

Meski demikian, industri masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah perubahan struktur pasar otomotif seiring dengan tumbuhnya pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Budi menilai perkembangan kendaraan listrik menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri asuransi. Hal ini karena kendaraan listrik memiliki profil risiko yang berbeda, antara lain terkait baterai, komponen elektronik, sensor, biaya perbaikan dan penggantian, ketersediaan suku cadang, hingga jaringan bengkel.

Selain itu, industri asuransi juga perlu mencermati biaya perbaikan dan harga suku cadang, termasuk dampak nilai tukar terhadap komponen impor. Termasuk memastikan keseimbangan antara premi yang tetap terjangkau bagi konsumen dan tarif yang sesuai dengan risiko.

Meski begitu, kondisi klaim kendaraan masih relatif terjaga. Pada semester I-2026 klaim kendaraan mencapai sekitar Rp3,66 triliun, naik 3,3% secara tahunan.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Bermotor Capai Rp 9,85 Triliun pada Semester I-2026

Untuk menangkap peluang yang ada, AAUI terus berupaya mendorong industri untuk memperkuat ekosistem dengan agen pemegang merek (APM), dealer, perusahaan pembiayaan, bengkel, dan platform digital. Dengan begitu, perlindungan asuransi bisa ditawarkan sejak konsumen membeli kendaraan.

Selain kendaraan baru, Budi juga melihat basis kendaraan yang sudah beredar tetapi belum terlindungi asuransi sebagai pasar yang masih besar. Oleh karena itu, peningkatan renewal rate, kemudahan pembelian polis secara digital, serta pelayanan klaim yang cepat perlu diperkuat.

Industri juga perlu meningkatkan kapabilitas dalam mengelola risiko kendaraan elektrifikasi melalui pengumpulan data klaim, pengembangan underwriting dan pricing yang sesuai dengan profil risiko electric vehicle (EV), serta kerja sama dengan bengkel dan ekosistem kendaraan listrik.

Meski memiliki momentum dan peluang baik, ia menegaskan fokus industri tidak hanya mengerek kenaikan premi saja, melainkan meningkatkan penetrasi asuransi kendaraan. Oleh karena itu, industri perlu tetap menjaga disiplin underwriting, kecukupan tarif, serta kualitas layanan.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 4,9%, Kendaraan Listrik Jadi Perhatian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×