kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 4,9%, Kendaraan Listrik Jadi Perhatian


Senin, 07 September 2026 / 18:34 WIB
Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 4,9%, Kendaraan Listrik Jadi Perhatian
ILUSTRASI. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor turut menopang kinerja lini asuransi kendaraan bermotor pada paruh pertama 2026. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor turut menopang kinerja lini asuransi kendaraan bermotor pada paruh pertama 2026. Meski demikian, peningkatan penjualan kendaraan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pertumbuhan asuransi, terutama karena semakin dominannya kendaraan listrik.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 9,85 triliun pada semester I-2026.

"Nilainya tumbuh 4,9%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ucap Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis Heri Supriyadi dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (4/9/2026).

Heri menerangkan, pertumbuhan premi lini tersebut tak terlepas dari kenaikan penjualan di industri otomotif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan dari dealer ke konsumen mencapai 433.848 unit hingga Juni 2026, atau naik 10,5% secara Year on Year (YoY).

Baca Juga: KPR FLPP 40 Tahun Belum Bisa Diajukan, BTN Masih Tunggu Aturan BP Tapera

Sementara itu, total penjualan wholesales tercatat mencapai 436.564 unit hingga Juni 2026, meningkat 15,9% YoY.

"Kalau biasa cover untuk risiko kendaraan, itu tentu otomatis naik (premi)," ujarnya.

Namun, meningkatnya penjualan kendaraan listrik menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi umum. Heri menyebut, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik tidak serta-merta memberikan dampak yang sama terhadap lini asuransi kendaraan bermotor.

Menurut dia, perusahaan asuransi umum masih melakukan berbagai pertimbangan terkait perlindungan terhadap risiko kendaraan listrik, termasuk cakupan risiko dan besaran premi yang sesuai.

"Masalah cover risiko kendaraan listrik memang agak sedikit anomali. Sebab, industri masih mempertimbangkan mana saja yang di-cover, berapa harga preminya, dan sebagainya," ungkapnya.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan pandangan senada. Menurutnya, kenaikan penjualan kendaraan bermotor belum otomatis mendorong pertumbuhan lini asuransi kendaraan dengan besaran yang sama.

Baca Juga: OJK Tangani 187 Perkara hingga Agustus 2026, Mayoritas Kasus Perbankan

Pasalnya, pertumbuhan industri otomotif saat ini semakin banyak ditopang oleh penjualan kendaraan listrik. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian perusahaan asuransi umum karena karakteristik risiko kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional.

"Pertumbuhan di kendaraan bermotor itu lebih didominasi kendaraan listrik, sedangkan yang konvensional statis. Jadi, penjualan kendaraan tak diimbangi dengan asuransi kendaraan bermotor yang melalui perusahaan pembiayaan," kata Budi.

Di sisi lain, kinerja klaim asuransi kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan sepanjang semester I-2026. Data AAUI mencatat, klaim pada lini tersebut mencapai Rp 3,67 triliun, atau tumbuh 3,3% YoY.

Adapun dari sisi kontribusi, lini asuransi kendaraan bermotor menyumbang 37,2% terhadap total premi industri asuransi umum pada semester I-2026.

Secara keseluruhan, premi industri asuransi umum tercatat mencapai Rp 58,19 triliun pada semester I-2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×