kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   -3.000   -0,18%
  • USD/IDR 16.310   25,00   0,15%
  • IDX 6.803   14,96   0,22%
  • KOMPAS100 1.005   -3,16   -0,31%
  • LQ45 777   -4,08   -0,52%
  • ISSI 212   1,22   0,58%
  • IDX30 402   -2,62   -0,65%
  • IDXHIDIV20 484   -3,58   -0,73%
  • IDX80 114   -0,52   -0,46%
  • IDXV30 119   -0,94   -0,79%
  • IDXQ30 132   -0,40   -0,30%

Penyaluran Pembiayaan Syariah CIMB Niaga Auto Finance Capai Rp 219,43 Miliar


Senin, 17 Februari 2025 / 20:32 WIB
Penyaluran Pembiayaan Syariah CIMB Niaga Auto Finance Capai Rp 219,43 Miliar
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), Tangerang Selatan, Senin (13/1/2025). Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi piutang pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh 7%-8% pada 2025. Hal ini dikarenakan karena pelemahan daya beli hingga opsen pajak kendaraan bermotor. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat sampai dengan Januari 2025, total penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah mencapai sebesar Rp 219,43 miliar. Angka ini turun 40,36% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 435,46 miliar. 

“Penurunan ini karena mayorita nasabah lebih memilih pembiayaan konvensional,” kata Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (17/2). 

Ristiawan menyebutkan, pembiayaan baru syariah perusahaan pada 2024 mengambil porsi sebesar 33% dari total keseluruhan pembiayaan baru CNAF yakni sebesar Rp 9,96 triliun.   

Meski penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah mengalami penurunan, Ristiawan bilang, CNAF tetap mencatatkan pertumbuhan positif secara keseluruhan. Di mana, pembiayaan baru, baik syariah maupun konvensional tumbuh sebesar 11,4% jika dibandingkan pada 2023 yang memcapai Rp 8,94 triliun.

Baca Juga: Pembiayaan CIMB Niaga Auto Finance Tumbuh 12,7%, Capai Rp 9,6 Triliun pada 2024

Dengan begitu, ia memproyeksi bahwa prospek pembiayaan syariah di CNAF pada tahun ini masih dapat tumbuh. Hal ini didorong oleh jumlah penduduk muslim di Indonesia yang cukup besar sehingga sangat memungkinkan untuk menyalurkan pembiayaan berbasis syariah. 

“Ini merupakan peluang yang baik untuk dapat menggenjot pertumbuhan pembiayaan berbasis syariah khususnya di CNAF,” kata Ristiawan kepada Kontan, Senin (17/2). 

Lebih lanjut, Ristiawan menyebutkan, sampai dengan Januari 2025, segmen yang paling banyak diincar atau mendominasi pada pembiayaan berbasis syariah di CNAF yaitu, pembiayaan kendaraan baru dengan porsi mencapai sebesar 88%. 

Sedangkan untuk tahun 2025, Ristiawan menyebutkan bahwa CNAF menargetkan total penyaluran pembiayaan berbasis syariah bisa memcapai sebesar Rp 3,33 triliun. 

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Targetkan Pembiayaan Kendaraan Bekas Rp 6 Triliun pada 2025

Untuk mencapai target tersebut, Ristiawan mengatakan bahwa perusahaan akan melakukan strategi salah satunya yaitu, fokus pada diversifikasi produk sebagai upaya menjaga kinerja perusahaan agar tetap tumbuh positif.

Sebagai informasi, berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan baru berbasis syariah multifinance tumbuh doubel digit mencapai Rp 26,52 triliun pada November 2024. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 11,97% secara year on year (YoY) atau tahunan.

OJK menerangkan bahwa pertumbuhan piutang pembiayaan baru berbasis syariah multifinance ini ditopang oleh peningkatan pembiayaan investasi dan pembiayaan jasa. OJK juga memprediksi pembiayaan baru berbasis syariah multifinance masih akan terus tumbuh positif pada 2025.

Baca Juga: CNAF Targetkan Pembiayaan Dana Tunai Tembus Rp 1,04 Triliun di 2025

Selanjutnya: Peluang Saham Bank KBMI 3 Dilirik Pasca Rilis Kinerja

Menarik Dibaca: Tips Aman Lakukan Pembayaran via QRIS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×