Reporter: Nadya Zahira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat sampai dengan Januari 2025, total penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah mencapai sebesar Rp 219,43 miliar. Angka ini turun 40,36% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 435,46 miliar.
“Penurunan ini karena mayorita nasabah lebih memilih pembiayaan konvensional,” kata Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (17/2).
Ristiawan menyebutkan, pembiayaan baru syariah perusahaan pada 2024 mengambil porsi sebesar 33% dari total keseluruhan pembiayaan baru CNAF yakni sebesar Rp 9,96 triliun.
Meski penyaluran pembiayaan baru berbasis syariah mengalami penurunan, Ristiawan bilang, CNAF tetap mencatatkan pertumbuhan positif secara keseluruhan. Di mana, pembiayaan baru, baik syariah maupun konvensional tumbuh sebesar 11,4% jika dibandingkan pada 2023 yang memcapai Rp 8,94 triliun.
Baca Juga: Pembiayaan CIMB Niaga Auto Finance Tumbuh 12,7%, Capai Rp 9,6 Triliun pada 2024
Dengan begitu, ia memproyeksi bahwa prospek pembiayaan syariah di CNAF pada tahun ini masih dapat tumbuh. Hal ini didorong oleh jumlah penduduk muslim di Indonesia yang cukup besar sehingga sangat memungkinkan untuk menyalurkan pembiayaan berbasis syariah.
“Ini merupakan peluang yang baik untuk dapat menggenjot pertumbuhan pembiayaan berbasis syariah khususnya di CNAF,” kata Ristiawan kepada Kontan, Senin (17/2).
Lebih lanjut, Ristiawan menyebutkan, sampai dengan Januari 2025, segmen yang paling banyak diincar atau mendominasi pada pembiayaan berbasis syariah di CNAF yaitu, pembiayaan kendaraan baru dengan porsi mencapai sebesar 88%.
Sedangkan untuk tahun 2025, Ristiawan menyebutkan bahwa CNAF menargetkan total penyaluran pembiayaan berbasis syariah bisa memcapai sebesar Rp 3,33 triliun.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Targetkan Pembiayaan Kendaraan Bekas Rp 6 Triliun pada 2025
Untuk mencapai target tersebut, Ristiawan mengatakan bahwa perusahaan akan melakukan strategi salah satunya yaitu, fokus pada diversifikasi produk sebagai upaya menjaga kinerja perusahaan agar tetap tumbuh positif.
Sebagai informasi, berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan baru berbasis syariah multifinance tumbuh doubel digit mencapai Rp 26,52 triliun pada November 2024. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 11,97% secara year on year (YoY) atau tahunan.
OJK menerangkan bahwa pertumbuhan piutang pembiayaan baru berbasis syariah multifinance ini ditopang oleh peningkatan pembiayaan investasi dan pembiayaan jasa. OJK juga memprediksi pembiayaan baru berbasis syariah multifinance masih akan terus tumbuh positif pada 2025.
Baca Juga: CNAF Targetkan Pembiayaan Dana Tunai Tembus Rp 1,04 Triliun di 2025
Selanjutnya: Peluang Saham Bank KBMI 3 Dilirik Pasca Rilis Kinerja
Menarik Dibaca: Tips Aman Lakukan Pembayaran via QRIS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News